- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- MUBES Jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan
BP2MI: 9 CPMI Ilegal yang Dicegah TNI AL ke Malaysia Sudah Ditangani BP3MI Kaltara

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan, sebanyak 9 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal yang berhasil dicegah masuk ke Malaysia oleh pihak TNI AL sudah ditangani Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara (Kaltara).
"Ya itu 9 orang (CPMI Ilegal) warga Sulawesi Selatan. Sekarang lagi di BP3MI Kalimantan Utara. Jadi kalau posisi seperti itu, artinya kalau sudah ada di BP3MI, merekalah yang akan menangani. Mereka ditampung, disamping itu mereka juga akan dilindungi," kata Sekretaris Utama (Sestama) BP2MI Rinardi, kepada media dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1444 H, di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor BP2MI, Jakarta, Senin (8/5/2023).
Rinardi menuturkan, kesembilan calon PMI non prosedural itu tentunya masih dalam pengawasan BP3MI Kalimantan Utara, sampai menunggu proses hukum pihak kepolisian setempat.
Baca Lainnya :
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
"Sampai proses hukum terhadap calo berjalan, maka para calon PMI ilegal tersebut belum boleh keluar dari BP3MI," imbuhnya.
Sementara itu, BP3MI Kaltara memberikan apresiasi kepada TNI AL atas keberhasilannya mencegah penempatan ilegal sembilan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Malaysia di perairan Sebatik, Sabtu (6/5/2023).
Dilansir laman resmi BP2MI, Kepala BP3MI Kaltara, Kombes Pol F Jaya Ginting, mengatakan Danlanal Nunukan, Letkol Laut (P) Arief Kurniawan Hertanto bersama Tim Satgas Intelmar Lantamal XIII Tarakan telah berhasil mencegah sembilan Calon PMI yang menjadi korban sindikat penempatan ilegal ke Malaysia. Danlanal juga berhasil mengamankan seorang tekong bersama motoris speedboat.
Ginting menjelaskan para CPMI ini berasal dari Sulawesi Selatan yang terdiri dari Enam orang Laki-laki dan tiga orang perempuan. Pihaknya akan segera memproses penyerahan Sembilan CPMI, serta tekong yang memfasilitasi pemberangkatan mereka.
Butuh tindakan hukum tegas, bagi tekong atau calo, karena mengambil keuntungan dari penempatan ilegal PMI.
"Ini merupakan kejahatan kemanusian Kita bisa katakan tekong itu penjahat kemanusiaan harus dihukum agar menjadi efek jera,’’ kata Ginting
Berdasarkan keterangan yang diperoleh bahwa 9 penumpang tersebut akan berangkat ke Tawau Malaysia untuk bekerja di wilayah Lahad Datu Malaysia.





.jpg)











