- Borong Tiga Penghargaan Digital Brand Awards 2026, BRI Life Perkuat Asuransi Jiwa dan Kesehatan
- Wukuf di Arafah Jadi Simbol Harapan Perdamaian Dunia Saat Haji 2026 Berlangsung
- RSUD Majalengka Borong Penghargaan Nasional, Direktur Terbaik
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern

Keterangan Gambar : Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok,- Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan sampah nasional melalui program aglomerasi pengolahan sampah berbasis waste to electricity atau pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Program tersebut mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Kota Depok dan Bogor.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menjelaskan, pemerintah telah menetapkan 34 wilayah aglomerasi waste to electricity yang mencakup sekitar 115 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Baca Lainnya :
Menurutnya, pengelolaan sampah modern bukan semata bertujuan menghasilkan energi atau keuntungan ekonomi, melainkan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.
“Yang utama adalah menjadikan lingkungan bersih, tidak ada sampah yang berserakan, serta tidak ada emisi gas metana,” ujar Jumhur Hidayat.
Ia menambahkan, apabila pengolahan sampah mampu menghasilkan energi listrik maupun nilai ekonomi tambahan, hal tersebut menjadi manfaat lanjutan dari sistem pengelolaan yang baik.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok telah memulai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok juga terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah hingga tingkat kelurahan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang saat ini menerima sekitar 1.200 ton sampah per hari. Pemerintah berharap sistem waste to electricity dapat menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah perkotaan.
Selain fokus pada pengolahan sampah, Jumhur juga menegaskan pentingnya menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati sebagai salah satu kekayaan utama Indonesia yang harus dilestarikan.(AS/MP).
















