- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Marsiana Muhlis,PAUD Fondasi Utama Pembentukan Karakter dan Kesiapan Belajar Anak
- Ribuan Pengunjung Serbu Jakarta Fair 2026, Penyelenggara Perkuat Pengamanan Area Pameran
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Legalitas dan Sertifikasi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha
- Bogor Bersih dari Angkot Tua, Pemkot Siapkan Langkah Peremajaan Armada
- Warga Modernland Mengeluhkan Jalan Rusak dan PSU Yang Belum Diserah Terima Ke Pemkot Tangerang
- DPMPTSP-KADIN Barito Utara Satukan Langkah Tarik Investasi,Hilirisasi Jadi Prioritas
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
Beri Edukasi Keuangan untuk Diaspora di Jepang, BNI Diapresiasi OJK dan Kedubes

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memberikan edukasi keuangan kepada diaspora Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berkerja di Tokyo dan kota-kota industri lainnya di Jepang.
Mengambil tema “Diaspora Cakap Keuangan, Diaspora Sejahtera”, edukasi tersebut digelar bertujuan untuk membekali diaspora dalam melakukan perencanaan keuangan dengan matang, melakukan investasi dengan baik dan tidak terjebak pada investasi ataupun pinjaman online ilegal yang sangat merugikan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi pun menyampaikan apresiasinya kepada BNI dan OJK atas inisiatif terselenggaranya edukasi daring tersebut.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Modus Penipuan BNIdirect
- Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia Berbuah Manis, Dua Tunggal Putra Muda Melaju ke Semifinal Australian Open
“Kehadiran teman-teman semua di sini menunjukkan komitmen dalam memahami persoalan manajemen keuangan yang cerdas dan bijak. Apresiasi saya untuk OJK dan BNI atas inisiatif penyelenggaran acara ini,” ujar Heri.
Menurut Heri, edukasi dari BNI ini memberikan wawasan berharga tentang mengelola pendapatan, mengatur keuangan dan membangun tabungan yang stabil untuk masa depan.
Menurutnya diaspora harus memiliki perencanaan keuangan yang matang dan investasi keuangan yang baik, sebab hal tersebut dapat mendukung kesejahteraan mereka dan keluarga, serta berdampak positif bagi perekonomian nasional.
Hal tersebut diamini oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab di sapa Kiki. Ia menegaskan diaspora merupakan salah satu penopang tumbuhnya perekonomian dan juga pengungkit produktivitas perekonomian nasional.
Kehadiran diaspora telah berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui remitansi yang tidak hanya bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga pekerja namun juga berperan penting sebagai katalisator dalam meningkatkan devisa negara.
“Oleh karena itu kita semua harus memberikan dukungan terhadap pekerja migran dan diaspora Indonesia dimanapun berada untuk mengoptimalkan potensinya dan juga sebagai agen perubahan di dalam negeri,” ujar Kiki.
Kiki merinci, berdasarkan laporan Bank Indonesia, pekerja migran Indonesia berkontribusi terhadap devisa negara sebesar USD9,71 miliar selama 2022.
Jumlah tersebut naik 6 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD9,16 miliar. Kontribusi ini berasal dari sisi ekonomi, dan juga mempunyai dampak sangat signifikan terhadap pembangunan sosial, peningkatan keterampilan SDM, transfer teknologi, dan lain-lain.
Senada, Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir juga berharap edukasi tersebut memberikan pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan keuangan dan investasi bagi para diaspora.
"Para diaspora di Jepang memiliki penghasilan yang cukup baik, sehingga edukasi penting untuk mereka agar tidak menjadi sasaran empuk pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," ujar Silvano. (Reporter: Achmad Sholeh)




.jpg)












