- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
Beri Edukasi Keuangan untuk Diaspora di Jepang, BNI Diapresiasi OJK dan Kedubes

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memberikan edukasi keuangan kepada diaspora Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berkerja di Tokyo dan kota-kota industri lainnya di Jepang.
Mengambil tema “Diaspora Cakap Keuangan, Diaspora Sejahtera”, edukasi tersebut digelar bertujuan untuk membekali diaspora dalam melakukan perencanaan keuangan dengan matang, melakukan investasi dengan baik dan tidak terjebak pada investasi ataupun pinjaman online ilegal yang sangat merugikan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi pun menyampaikan apresiasinya kepada BNI dan OJK atas inisiatif terselenggaranya edukasi daring tersebut.
Baca Lainnya :
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
“Kehadiran teman-teman semua di sini menunjukkan komitmen dalam memahami persoalan manajemen keuangan yang cerdas dan bijak. Apresiasi saya untuk OJK dan BNI atas inisiatif penyelenggaran acara ini,” ujar Heri.
Menurut Heri, edukasi dari BNI ini memberikan wawasan berharga tentang mengelola pendapatan, mengatur keuangan dan membangun tabungan yang stabil untuk masa depan.
Menurutnya diaspora harus memiliki perencanaan keuangan yang matang dan investasi keuangan yang baik, sebab hal tersebut dapat mendukung kesejahteraan mereka dan keluarga, serta berdampak positif bagi perekonomian nasional.
Hal tersebut diamini oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab di sapa Kiki. Ia menegaskan diaspora merupakan salah satu penopang tumbuhnya perekonomian dan juga pengungkit produktivitas perekonomian nasional.
Kehadiran diaspora telah berkontribusi terhadap penerimaan negara melalui remitansi yang tidak hanya bermanfaat bagi kesejahteraan keluarga pekerja namun juga berperan penting sebagai katalisator dalam meningkatkan devisa negara.
“Oleh karena itu kita semua harus memberikan dukungan terhadap pekerja migran dan diaspora Indonesia dimanapun berada untuk mengoptimalkan potensinya dan juga sebagai agen perubahan di dalam negeri,” ujar Kiki.
Kiki merinci, berdasarkan laporan Bank Indonesia, pekerja migran Indonesia berkontribusi terhadap devisa negara sebesar USD9,71 miliar selama 2022.
Jumlah tersebut naik 6 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD9,16 miliar. Kontribusi ini berasal dari sisi ekonomi, dan juga mempunyai dampak sangat signifikan terhadap pembangunan sosial, peningkatan keterampilan SDM, transfer teknologi, dan lain-lain.
Senada, Direktur Wholesale & International Banking BNI Silvano Rumantir juga berharap edukasi tersebut memberikan pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan keuangan dan investasi bagi para diaspora.
"Para diaspora di Jepang memiliki penghasilan yang cukup baik, sehingga edukasi penting untuk mereka agar tidak menjadi sasaran empuk pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," ujar Silvano. (Reporter: Achmad Sholeh)



.jpg)
.jpg)












