- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
Benny Rhamdani, Anggaran BP2MI Butuh Penambahan Agar Pencegahan Penempatan PMI Ilegal Lebih Masif

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani bersama Sestama, para Deputi Penempatan, dan orang tua PMI saat sesi foto bersama dengan ratusan PMI Korea Selatan dan Jerman.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, pihaknya membutuhkan anggaran tambahan agar tata kelola penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) berjalan optimal. Salah satunya anggaran upaya pencegahan penempatan PMI non prosedural alias ilegal dan biaya yang harus ditanggung.
"Kalau anggaran ini bertambah masih banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bagian dari terobosan-terobosan itu. Misalnya, pencegahan pada penempatan-penempatan PMI ilegal akan bisa kita lakukan lebih masif lagi," ujar Benny saat memimpin pelepasan PMI Korea Selatan dan Jerman, di El Royal Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (13/3/2023).
Menurut Benny, anggaran atau biaya yang dikeluarkan untuk melakukan tindakan pencegahan dan penyelamatan tidak sedikit.
Baca Lainnya :
- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
"Karena kalau pencegahan begini, misalnya kalau gerebek 150 orang, itu kan kita selamatkan, makan minumnya kita tanggung berapa hari, tiket pesawatnya kita siapin, mereka pulang ke daerah asal kita siapin juga, kemudian peralatan mandi, sikat gigi, odol, handuk, sabun kita siapin jadi bukan masalah ringan bukan urusan kecil," papar Benny.
"Belum lagi terkait pemulangan dari luar negeri jenazah, yang sakit, ini kan tanggung jawab BP2MI," tambahnya.
Meski anggaran terbatas, Benny mengungkapkan, berbagai upaya dan terobosan telah dilakukan BP2MI. Disebut Benny, sedikitnya belasan ribu orang diselamatkan selama tiga tahun terakhir dari kejahatan sindikat penempatan PMI ilegal dan perdagangan orang (TPPO).
"Sekarang dengan anggaran terbatas tapi sudah lumayan, kita punya satgas (sikat sindikat) sendiri. Sudah kurang lebih selama 3 tahun saya memimpin hampir 12.000 orang yang kita selamatkan, yang hampir diberangkatkan ke Malaysia, Singapura, ke Timur Tengah, dan Kamboja," bebernya.
Lebih lanjut Benny menuturkan, diperlukan keseriusan dukungan anggaran yang representatif dari pemerintah dan kerjasama kementerian/lembaga serta stakeholder untuk mewujudkan terobosan-terobosan agar tata kelola penempatan dan perlindungan semakin kuat, semakin baik.
‘’Sosialisasi ekstra untuk merubah mindset publik, tidak mudah. Harus dilakukan terus, kita butuh anggaran untuk itu. Sekarang sudah mulai berlahan tumbuh kesadaran masyarakat untuk melawan sindikat. Pemerintah daerah, sampai pemerintah Desa kita edukasi agar menjalankan tugasnya memfasilitasi calon PMI untuk pelatihan, serta memerangi sindikat. Dimana tugas melindungi PMI, bukan tugas satu dua lembaga saja, melainkan tugas kolektif,’’ pungkasnya.
Sebagai informasi dalam acara pelepasan PMI ke Jerman, turut hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, yang diwakili Consellor KBRI Berlin, Satriyo Pringgodhany. Dan ikut memberikan sambutan motivasi melalui daring kepada para PMI yang akan diberangkatkan ke Jerman dan juga Korea Selatan.

.jpg)






.jpg)







