- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
Begini Kata Saiful Milah, Oknum anggota Satpol PP Yang Banting Pedagang Harus Tindak Tegas

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Tangerang H. Saiful Milah mengkritik keras terhadap kinerja Satpol PP Kota Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang,- Anggota Komisi II DPRD Tangerang H.Saiful Milah mengkritik keras terhadap kinerja Satpol PP Kota Tangerang yang membanting Pedagang berinisial A, di Pasar Anyar, Kota Tangerang.
Menurut Saifu Milah, Dalam kinerjanya itu Satpol PP Kota Tangerang benar-benar arogan.
Dengan ada peristiwa ini Anggota Komisi II DPRD Tangerang dari Golkar ,H.Saiful Milah buka suara menkritik Keras kepada Satpol PP kota Tangerang yang membanting Pedagang Pasar.
Baca Lainnya :
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
Kejadian ini awalnya seorang pedagang berinisial A ditertibkan Satpol PP Pemkot Tangerang, pada 25 April 2023 lalu. Penertiban diklaim untuk memberikan hak pengguna jalan yang terpakai oleh lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).
Meski begitu, Saiful menilai arogansi saat penertiban tidak dapat dibenarkan.
"Itu hal yang tidak baiklah, saya sebagai anggota dewan melihat kejadian itu. Satpol PP tidak pakai tata krama saat penertiban, seharusnya dikedepankan, amanat pemerintah daerah, pesan Walikota Tangerang, harus persuasif yang diutamakan," tegas Saiful Milah, Jumat (5/5/2023). Saat di kompermasikan dalam peristiwa ini.
Saiful mengatakan seharusnya aparat penegak peraturan daerah (Perda) tersebut tidak berbuat seperti itu.
"Pedagang kecil itu bukan dengan kekerasan, harusnya dengan cara persuasif lewat informasi imbauan yang maksimal oleh Satpol PP baru ada sikap tegas tapi bukan dengan fisik, dibanting, begitu juga bukan harus terjadi pemukulan, tapi yang harus diambil sikapnya yaitu penertiban barang dagangannya diamankan, bukan dengan fisiknya, ini hal yang keliru teman-teman Satpol PP," ujarnya.
Dengan ada peristiwa ini Saiful Milah meminta Pemkot Kota Tangerang bisa berbenah. "Jangan sampai tersulut emosi, dan terus pembinaan mentalnya anggota Satpol PP, jangan orang yang temperamental ditugaskan penertiban," katanya.
"Benar -benar harus di seleksi anggota Satpol PP Kota Tangerang, agar lebih baik dan Kasatpol PP harus bijak dalam menangani di lapangan," tambahnya.
Dirinya menambahkan pihak Pemkot Tangerang juga harus mengambil tindakan serius dengan adanya kejadian ini. Saiful meminta pihak terkait segera menindak oknum tersebut.
"Ya untuk ketegasan dan keadilan oknum itu harus di proses agar kedepannya tidak boleh semena mena, peristiwa ini proses harus dijalankan walaupun sudah permohonan maaf. Silahkan saja secara kemanusiaan minta maaf bukan berarti selesai hukumnya perlakuan pelanggaran yang dia lakukan." katanya.** (San)









.jpg)
.jpg)





