- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
F-PPP DPRD Kabupaten Barito Utara, Cecar Pemkab Dengan Beberapa Pertanyaan Dan Usulan, Terkait Raperda perubahan APBD 2023

F-PPP DPRD Kabupaten Barito Utara, Cecar Pemkab Dengan Beberapa Pertanyaan Dan Usulan, Terkait Raperda perubahan APBD 2023
MEGAPOLITANPOS.COM - Pada Rapat Paripurna II Selasa ( 06/11/2023), bertempat di ruang rapat DPRD Kabupaten Barito Utara, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F- PPP) telah menyampaikan beberapa pertanyaan, usulan dan saran, terkait Raperda perubahan APBD 2023 yang disampaikan oleh Pemkab Barito Utara.
F-PPP, Melalui juru bicaranya Nuryanto, telah menyerahkan hasil pemandangan umum terkait Pidato Pengantar Bupati Barito Utara, terdapat didalamnya penambahan belanja Daerah dari yang sebelumnya Rp1.974.795.666.190 bertambah menjadi sebesar Rp2.260.190.126.453,00, sehingga ada penambahan belanja sebesar Rp285.394.460.263.
Baca Lainnya :
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Yang jadi pertanyaan dan usulan, sebagai berikut :
Pertama : "F-PPP memohon penjelasan, bahwa penambahan belanja tersebut berasal dari mana, Dan dana tersebut digunakan untuk SOPD dan kegunaanya untuk apa,"kata Nuryanto mewakili F- PPP.
Kedua :Dijelaskan bahwa ada perbaikan Jalan Maranan – Sikan dan juga pembukaan jalan Sikan- Tp Laung.
Yang dipertanyakan proses pekerjaanya bagaimana dan proses penyelesaiaanya seperti apa?. Juga diminta penjelasan mengenai pengadaan pipa baja untuk tiang pancang Jembatan Lemo , Tumpung Laung-Sikan sebesar Rp15.000.000.000m-, mengingat waktu belanja anggaran yang tinggal beberapa bulan lagi.
Ketiga: Untuk Dinas Pendidikan, mohon penjelasan mengenai status SD yang berada di Dusun Muntak Jaya dan Desa Tongka.
Karena sampai saat ini, lapoaran dari masyarakat sekitar, anak-anak bersekolah di Balai Desa dan rumah warga.
Keempat Selain itu, diharapkan, agar saat ini Kabupaten Barito Utara telah memiliki RSUD dengan gedung yang baru. F-PPP menyarankan agar Rumah Sakit bisa sesuai dengan harapan Pemerintah sebagai Rumah Sakit Rujukan DAS Barito.
"Maka seharusnya pemerintah daerah agar dapat melengkapi dokter-dokter spesialis baru dan juga segera menaikan tunjangan insentif daerah untuk dokter Umum sebesar Rp10 juta perbulan dan dokter Spesialis sebesar Rp 40 juta perbulan, demikian juga dengan tenaga-tenaga Medis lainnya,” ucap Nuryanto.
Kelima Fraksi PPP menyarankan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan belanja modal dan kegiatan sesuai denganRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Barito Utara dan berdasarkan Skala Prioritas Pembangunan Daerah.
Fraksi PPP kata Nuryanto menyarankan Pemerintah Daerah untuk melaksanakan Belanja Modal dan Kegiatan sesuai dengan RPJMD Barito Utara dan berdasarkan Skala Prioritas Pembangunan daerah.
Sebab masih banyak menurut Fraksi PPP, belanja maupun kegiatan yang dianggarkan oleh Pemerintah Daerah belum tepat sasaran untuk memenuhi hajat hidup dan kesejahteraan masyarakat di daerah Barito Utara.
Ke enam: F-PPP juga menyarankan kepada Pemkab Barito Utara untuk segera menganggarkan dana untuk alat peningkatan Kapasitas Produksi Instalasi Air Bersih yang saat ini berada di 130/detik, hal itu dirasa sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi ketersediaan Air Bersih di Muara Teweh menjadi 230/detik
"Selain itu juga perlu adanya Regenarasi mengingat alat yang digunakan ada yang sudah berumur kurang lebih 30 tahun ," pungkas Nuryanto.
(Antiani)


.jpg)

.jpg)











