- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari

Keterangan Gambar : GBR ilustrasi
MEGAPOLITAPOS.COM, Jakarta— Warga Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (8/10/2026).
Pria tersebut diketahui bernama Ustaz Latif bin Rusli(59). Ia ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan diperkirakan telah berada di dalam rumah selama kurang lebih tiga hari.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 10.20 WIB setelah warga dan pengurus RT 03/RW 06 mencium bau tidak sedap dari sekitar rumah almarhum.
Baca Lainnya :
- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, warga bersama pengurus lingkungan dan kepolisian kemudian mendatangi lokasi. Pintu rumah dibuka secara paksa dan ditemukan Ustaz Latif sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Adik almarhum, Rifki, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dari RSCM, mengatakan pihak keluarga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kakaknya.
"Sudah menjadi mayat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," ujar Rifki.
Menurut Rifki, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan asam lambung. Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, almarhum sempat datang ke rumahnya untuk memberikan sumbangan bagi kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Saat itu, kata Rifki, almarhum juga sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang sedang kurang sehat.
Almarhum sehari-hari diketahui bekerja serabutan, antara lain sebagai pengemudi ojek online (ojol) dan pengamen. Ia meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan
Panit Reskrim Polsek Tebet, Ipda Budi, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari Bhabinkamtibmas mengenai adanya warga yang meninggal di lokasi tersebut.
Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan adanya warga yang telah meninggal dunia.
"Setelah kita cek ternyata memang sudah kurang lebih tiga hari," kata Ipda Budi saat dikonfirmasi Kamis malam.
Menurutnya, proses evakuasi jenazah dilakukan setelah pihak keluarga menyampaikan keinginan agar proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Polsek Tebet kemudian membuat surat pengantar dan berkoordinasi dengan pihak RSCM untuk membawa jenazah. Keluarga juga membuat pernyataan terkait penanganan jenazah.
Ipda Budi menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan merupakan pemeriksaan luar atau visum luar. Berdasarkan pemeriksaan awal dan informasi mengenai riwayat penyakit almarhum, polisi menyebut tidak menemukan indikasi adanya unsur kekerasan.
"Jadi penyebabnya murni karena sakit, tidak ada unsur kekerasan, karena dia memang ada riwayat menderita sakit," ujarnya.
Terkait adanya darah yang terlihat pada tubuh korban, Ipda Budi mengatakan hal tersebut masih dapat terjadi pada jenazah yang telah meninggal beberapa hari. Namun, mengenai penyebab pastinya merupakan ranah pemeriksaan medis.
"Kalau sudah tiga hari kan biasanya bengkak. Mungkin darah keluar dari hidung, telinga atau mulut juga bisa," jelasnya.
Akan Dimakamkan di TPU Menteng Pulo
Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke RSCM untuk menjalani proses pemeriksaan luar serta pengurusan jenazah.
Pihak keluarga, kata Rifki, memilih tidak melakukan autopsi dalam dan menerima pemeriksaan luar. Keluarga juga berharap jenazah dapat segera dimakamkan.
Rencananya, jenazah Ustaz Latif akan dimakamkan pada Jumat (9/10/2026) di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, setelah seluruh proses pemulasaraan selesai.
Pihak keluarga menyampaikan bahwa jenazah telah dimandikan dan disalatkan. Pemakaman kemudian dijadwalkan dilakukan dari RSCM.
Sementara itu, pengurus RT setempat belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut dan menyerahkan penanganannya kepada pihak Polsek Tebet.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar, terutama karena almarhum diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut, sementara keluarganya berada di tempat berbeda.(AS/MP).


.jpg)












