- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
- BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private lewat wondr by BNI
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
- Bukti Peran Aktif Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Wujudkan Lingkungan Aman.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto menemui perwakilan peternak.(Dok pribadi).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta— Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menemui perwakilan peternak yang menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para peternak menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari kelangkaan dan tingginya harga jagung hingga anjloknya harga telur. Titiek berjanji segera menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan menghubungi pemerintah dan Perum Bulog.
Titiek mengaku prihatin dengan kondisi yang dihadapi peternak, terutama karena kenaikan harga pakan terjadi di tengah penurunan harga telur.
Baca Lainnya :
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
“Turunnya harga telur kita ikut prihatin. Ini kenapa turun? Karena pakannya harganya naik, tidak ada jagungnya,” ujar Titiek kepada para peternak.
Menurut Titiek, kondisi tersebut menjadi persoalan yang perlu segera dicarikan solusi. Terlebih, pemerintah selama ini menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada jagung.
Ia menilai, makna swasembada tidak semata-mata berkaitan dengan jumlah produksi yang mencukupi kebutuhan nasional. Swasembada juga harus memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani dan peternak melalui harga yang wajar.
“Swasembada itu artinya tidak hanya jagungnya cukup, tapi harganya bagus dan petani-peternaknya sejahtera,” tegasnya.
Titiek mengatakan akan segera menghubungi menteri terkait dan Bulog untuk mempertanyakan persoalan pasokan jagung yang dikeluhkan peternak.
“Saya setelah ini akan menghubungi Pak Menteri dan Bulog. Kenapa ini jagungnya tidak ada? Tidak ada, tidak dapat,” katanya.
Soroti Harga Pakan dan Telur
Sebelumnya, persoalan serupa juga dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi IV DPR RI bersama Pinsar Petelur Nasional (PPN) pada hari yang sama.
Dalam forum tersebut, peternak menyampaikan tingginya harga pakan yang tidak sebanding dengan harga jual telur. Kondisi itu dinilai semakin menekan keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Titiek bahkan mengusulkan pembentukan badan khusus yang menangani persoalan pakan ternak. Badan tersebut diharapkan dapat mengoordinasikan pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi pakan sehingga harga tetap berada pada tingkat yang wajar.
Selain persoalan pakan, Titiek menyoroti penyerapan telur yang telah diproduksi oleh peternak. Menurutnya, produksi telur harus dimanfaatkan secara optimal melalui berbagai program pemerintah sehingga tidak terbuang.
“Kami sudah menerima aduan, supaya telur-telur yang diproduksi yang ada ini supaya bisa diserap program-program pemerintah, supaya tidak mubazir,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah segera mencari solusi agar telur yang sudah diproduksi dapat terserap sekaligus membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.
“Ini bagaimana caranya pemerintah harus menyerap telur-telur yang jenengan sudah produksi,” tegasnya.
Titiek Janji Temui Presiden
Di hadapan para peternak, Titiek meminta agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Ia memastikan akan membawa persoalan jagung, pakan, dan telur kepada pemerintah.
Titiek juga menyatakan akan menghubungi Bulog dan berupaya bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan langsung kondisi yang dihadapi para peternak.
“Bulog akan saya telepon. Insya Allah Pak Presiden akan saya temui. Insya Allah Pak Presiden akan membantu para peternak-peternak,” katanya.
Titiek memastikan Komisi IV DPR RI akan terus mengawal persoalan tersebut. Menurutnya, kebijakan swasembada pangan harus mampu memberikan kepastian usaha dan kesejahteraan bagi petani maupun peternak, bukan sekadar memastikan ketersediaan pangan secara nasional.(AS/MP).














