- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
Wamenkop Ferry Sebut, Kopdes Merah Putih itu Wujud Pemikiran Ekonomi Pancasila Dari Margono Joyohadikusumo

Keterangan Gambar : Wamenkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Banyumas - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia bakal menjadi pilar utama ekonomi Pancasila yang inklusif, seperti pemikiran Margono Joyohadikusumo, yang menjadi salah satu peletak sistem ekonomi Pancasila di Tanah Air.
"Bapak Margono Joyohadikusumo adalah perumus rencana pembangunan semesta berencana, pembangunan desa dan koperasi terlibat industri dari hulu hingga hilir," ucap Wamenkop pada acara Talkshow Tribute To Margono dengan tema Menyambut Koperasi Desa Merah Putih di Banyumas Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan”, di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/6).
Selain itu, lanjut Wamenkop yang juga sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/kel Merah Putih itu, juga merupakan wujud nyata dari sinergi lintas Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah, yang dilandasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Baca Lainnya :
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Menkop Tekankan Pentingnya Kolaborasi lintas sektor Percepat Kemandirian Ekonomi Desa
"Presiden Prabowo Subianto ingin koperasi menjadi solusi nyata di desa, untuk mengurangi kemiskinan, menghapus praktik rentenir, menyediakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi rakyat dari akar rumput," ucap Wamenkop.
Lebih dari itu, Wamenkop mengungkapkan, Margono Joyohadikusumo adalah salah satu peletak dasar pemikiran sistem ekonomi Pancasila. "Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem yang sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945. Tentu Pak Margono bersama dengan Bung Hatta pada saat itu," kata Wamenkop.
Bahkan, di mata Wamenkop, sosok Margono Joyohadikusumo adalah peletak pondasi yang menjelaskan pentingnya pembangunan berbasis desa. Wamenkop menyampaikan dalam ekonomi desa itu, Margono Joyohadikusumo meletakkan demokrasi ekonomi muncul di tengah masyarakat, khususnya di pedesaan dalam wadah koperasi.
"Semua pemikiran dari Margono Joyohadikusumo tertuang dalam naskah konstitusi kita dan pola rencana pembangunan semesta berencana. Dari situlah dimulailah pembangunan desa," jelas Wamenkop.
Lebih dari itu, kata Wamenkop, dalam perencanaan tersebut sudah meletakkan pokok-pokok pikiran tentang membangun ekonomi dan keuangan yang inklusif. Pemikiran Margono Joyohadikusumo dilanjutkan putranya, yaitu Prof Sumitro Joyohadikusumo yang merupakan salah satu pendiri Induk Koperasi Pegawai Negeri.
Kemudian, saat ini, putra Prof Sumitro yaitu Presiden Prabowo Subianto, bikin program strategis yakni Kopdes Merah Putih. "Disinilah benang merah antara pemikiran Margono Joyohadikusumo, Prof Sumitro, dan Presiden Prabowo," ujar Wamenkop.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)



.jpg)



1.jpg)







