- Hadiri Talkshow Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Anggaran BPJS Kota Bogor Tak Ditambah, Dedi Khawatir Banyak BPJS Warga ang Nonaktif
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
- Film \'People Pleaser\' Si Paling Gak Enakan, Siap Tayang 19 November
- Hadir di Tengah Warga, Babinsa Koramil Perkuat Keamanan, Kebersamaan Lewat Patroli Malam.
- Mendagri dan Mentan Teken SEB, Guna Sukseskan Swasembada Pangan
- Brigjen Aries Syahbudin Resmi Menjabat Kepala Korlantas Polri
- Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam
- Koramil Pondok Aren Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Pelantikan Ketua DPRD Kota Tangerang.
Wamenkop Ferry Sebut, Kopdes Merah Putih itu Wujud Pemikiran Ekonomi Pancasila Dari Margono Joyohadikusumo

Keterangan Gambar : Wamenkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Banyumas - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia bakal menjadi pilar utama ekonomi Pancasila yang inklusif, seperti pemikiran Margono Joyohadikusumo, yang menjadi salah satu peletak sistem ekonomi Pancasila di Tanah Air.
"Bapak Margono Joyohadikusumo adalah perumus rencana pembangunan semesta berencana, pembangunan desa dan koperasi terlibat industri dari hulu hingga hilir," ucap Wamenkop pada acara Talkshow Tribute To Margono dengan tema Menyambut Koperasi Desa Merah Putih di Banyumas Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan”, di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/6).
Selain itu, lanjut Wamenkop yang juga sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/kel Merah Putih itu, juga merupakan wujud nyata dari sinergi lintas Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah, yang dilandasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
"Presiden Prabowo Subianto ingin koperasi menjadi solusi nyata di desa, untuk mengurangi kemiskinan, menghapus praktik rentenir, menyediakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi rakyat dari akar rumput," ucap Wamenkop.
Lebih dari itu, Wamenkop mengungkapkan, Margono Joyohadikusumo adalah salah satu peletak dasar pemikiran sistem ekonomi Pancasila. "Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem yang sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945. Tentu Pak Margono bersama dengan Bung Hatta pada saat itu," kata Wamenkop.
Bahkan, di mata Wamenkop, sosok Margono Joyohadikusumo adalah peletak pondasi yang menjelaskan pentingnya pembangunan berbasis desa. Wamenkop menyampaikan dalam ekonomi desa itu, Margono Joyohadikusumo meletakkan demokrasi ekonomi muncul di tengah masyarakat, khususnya di pedesaan dalam wadah koperasi.
"Semua pemikiran dari Margono Joyohadikusumo tertuang dalam naskah konstitusi kita dan pola rencana pembangunan semesta berencana. Dari situlah dimulailah pembangunan desa," jelas Wamenkop.
Lebih dari itu, kata Wamenkop, dalam perencanaan tersebut sudah meletakkan pokok-pokok pikiran tentang membangun ekonomi dan keuangan yang inklusif. Pemikiran Margono Joyohadikusumo dilanjutkan putranya, yaitu Prof Sumitro Joyohadikusumo yang merupakan salah satu pendiri Induk Koperasi Pegawai Negeri.
Kemudian, saat ini, putra Prof Sumitro yaitu Presiden Prabowo Subianto, bikin program strategis yakni Kopdes Merah Putih. "Disinilah benang merah antara pemikiran Margono Joyohadikusumo, Prof Sumitro, dan Presiden Prabowo," ujar Wamenkop.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)
.jpg)












