- Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei.
- Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai-Nilai Pancasila.
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga NKRI.
- Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Depok Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Supian Suri
- Pemprov DKI Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pramono Ajak ASN Jaga Keberagaman
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
Walikota: Pajak Yang Dibayar dikembalikan lagi ke masyarakat
Megapolitan Pos: Walikota Tangerang H.Wahidin Halim mengatakan bahwa
pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) serta retribusi yang dilakukan
oleh masyarakat kepada Pemerintah Daerah digunakan dan dimanfaatkan
kembali untuk pembangunan dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Bahkan
dana pembangunan yang dikembalikan itu melibihi pajak yang dibayarkan
oleh masyarakat.
Demikian disampaikan Walikota saat memberikan arahan pada acara
Sosialisasi Pengelolaan PBB di Kecamatan Cipondoh, Jl.Hasyim Ashari Kota
Tangerang, Selasa (23/01).
Dikatakannya bahwa Keberhasilan
Pemerintah Kota Tangerang dalam pengelolaan PBB dan retribusi telah
banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan di Kota
Tangerang. Oleh karenanya masyarakat jangan khawatir dan merasa takut
bahwa pajak yang dibayarkan kepada pemerintah itu akan digunakan dan
dikembalikan untuk kebutuhan masyarakat seperti kebutuhan jalan
lingkungan, posyandu, sarana olahraga, insentif RT/RW dan lainnya.
Dari hasil pajak, Walikota juga menginginkan agar masyarakat dapat
merasakan kehidupan yang aman dan nyaman di Kota Tangerang. Dalam
pengelolaan pajak, Pemkot telah membuktikan kepada masyarakat sebagai
pemerintahan yang akuntabel dan transparan dan hal tersebut telah
ditunjukan dengan prestasi atas diraihnya penghargaan dibidang
pengelolaan keuangan dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP)
selama lima kali berturut-turut.
Untuk itu, Walikota meminta kepada seluruh Lurah agar
mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa pajak yang dibayarkan kepada
pemerintah pada hakikatnya dikembalikan untuk kebutuhan masyarakat.
Sementara
itu Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) H.Muhtarom
mengatakan bahwa Pemkot akan melaksanakan pengalihan PBB perkotaan
menjadi pajak daerah pada tanggal 1 Januari 2014 sesuai dengan peraturan
Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri nomor 213/PMK.07/2010 nomor
58 tahun 2010 tentang tahapan persiapan pengalihan pajak bumi dan
bangunan perdesaan dan perkotaan sebagai pajak daerah.
Ditambahkannya bahwa manfaat dari kebijakan tersebut adalah
kebijakan PBB nantinya akan ditetapkan oleh daerah dimana seluruh
penerimaan PBB menjadi pendapatan asli daerah (PAD). Dan masyarakat juga
terlibat dalam proses perumusan kebijakan PBB dan dapat mengontrol
penggunaan penerimanya.
Untuk itu, persiapan yang sudah dan akan
dilakukan oleh Pemkot adalah peraturan daerah (Perda), peraturan
Walikota (Perwal) dan standar operasional prosedur (SOP). Selain itu
juga Pemkot akan menyiapkan sarana dan prasarana, aparatur, struktur
organisasi dan tata kerja (SOTK) dan lainnya.













