- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.

Keterangan Gambar : Oknum Satpol PP Kota Tangerang yang diduga meminta sejumlah uang kepada pemilik bangunan di wilayah Kecamatan Neglasari.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang – Oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) terhadap pemilik bangunan di wilayah Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Informasi yang dihimpun redaksi, oknum inisial (S) tersebut diduga meminta sejumlah uang kepada pemilik bangunan dengan dalih pengamanan agar bangunan tidak ditertibkan atau dibongkar.
Modus yang digunakan, oknum (S) datang ke lokasi bangunan dengan dalih penegakan Perda, kemudian menawarkan "jalan damai" dengan meminta uang.
Baca Lainnya :
- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
"Didatangi oknum Pol PP, bilangnya bangunan bermasalah. Kalau mau aman dimintai uang," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya karena takut diintimidasi, Rabu (1/10/2026).
Sumber menyebut, besaran pungli yang diminta bervariasi jutaan rupiah, tergantung luas bangunan.
Praktik ini jelas mencoreng nama baik Satpol PP Kota Tangerang sebagai penegak Peraturan Daerah yang seharusnya bekerja profesional dan bersih.
Jika terbukti, perbuatan tersebut melanggar Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 12 huruf e UU No.20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Warga Neglasari meminta Kasatpol PP Kota Tangerang dan Wali Kota Tangerang segera turun tangan dan memeriksa oknum yang bersangkutan.
"Jangan sampai gara-gara satu oknum, citra Pol PP Kota Tangerang rusak. Ini harus diperiksa. Kalau benar ada pungli, pecat saja," tegas warga.
Sebelumnya pewarta mencoba konfirmasi kepada Hendra selaku Kabid Gakumda Satpol PP Kota Tangerang.
"Akan kami lakukuan pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk dimintai keterangan." Ucapnya kepada Pewarta
Hingga berita ini diturunkan, Kasatpol PP Kota Tangerang belum dapat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan.
Redaksi juga masih menelusuri identitas oknum yang diduga melakukan pungli tersebut serta mengumpulkan bukti-bukti tambahan, termasuk rekaman dan bukti transfer.
Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak Satpol PP Kota Tangerang sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999.(Tus)














