- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
- Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
Walikota Blitar: Festival Jaranan Barong Wujud Implementasi Ajaran Bung Karno Tri Sakti

Keterangan Gambar : Walikota Blitar memukul gong tandai pembukaan festival jaranan puncak HUT kota ke 117
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pemerintah kota Blitar bersama para seniman se kota Blitar diprakarsai Dinas Pariwisata Kota Blitar tetap eksis mempertahankan kelestarian kesenian, salah satunya adalah kesenian jaranan. Untuk mewujudkan itu, pada acara puncak peringatan hari jadi kota Blitar ke 117, Pemerintah kota Blitar menggelar ivent bergengsi, yakni festival menari jaranan barong yang diikuti oleh 1.117 seniman se kota Blitar.
Festival menari jaranan barong berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 April 2023, adapun pembukaan festival dilakukan oleh Walikota Blitar Drs.Santoso bertempat di museum Pembela Tanah Air (PETA) depan TMP Raden Wijaya. Dari tanggal tersebut selama tiga hari masyarakat bisa menyaksikan paradenya.

Baca Lainnya :
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
Walikota Blitar Drs. Santoso M.Pd didepan para seniman, Forkopimda dan masyarakat mengatakan, festival ini adalah sebuah bentuk bangsa ini mempertahankan adat budaya, agar kesenian seperti jaranan tidak diklaim sebagai kesenian negara lain seperti halnya kesenian reog Ponorogo.
"Bangsa kita adalah sebuah bangsa yang berbudaya sebagaimana dalam ajaran Bung Karno yakni Tri Dharma, melalui moment ini kita bertekad mempertahankan budaya kesenian jaranan agar mendapat HAKI," kata Walikota Blitar.
Dengan festival yang melibatkan generasi muda pecinta kesenian jaranan di kota Blitar ini, upaya lain untuk mendapatkan pengakuan dunia, tarian barong klasik mode kreasi barong condromowo akan pentas selama 48 jam, hal ini dilakukan agar seni tari jaranan bisa kembali masuk rekor Muri.

"Untuk itu Saya sangat mengapresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh semua pihak untuk mempertahankan agar kesenian jaranan tidak diaku sebagai kesenian dari negara mereka, seperti reog Ponorogo yang tiba tiba jadi milik Malaysia," pungkasnya.
Perlu diketahui untuk kegiatan festival tarian jaranan sesuai jadwalnya pada tanggal 27 hingga 29 April festival dilaksanakan di lokasi museum PETA dari pukul 08.00 WIB hingga selesai, sedangkan pada tanggal 29 April pawai barongan digelar mulai pukul 19.00 WIB start dari Kantor BRI Cabang Blitar jalan Merdeka menuju aloon - aloon kota Blitar. (adv/za/mp)


.jpg)


.jpg)










