- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Dari Sampah Jadi Energi: Bank Jakarta Perluas Program Biodigester di Jakarta Utara
- EDRR Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Mitigasi Bencana dan Penyelamatan Global di JIExpo Kemayoran
- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
- Menteri UMKM Pastikan Status Usaha Mikro Beri Manfaat bagi Pengemudi Ojol
- Wabup Barito Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi dengan BMKG, Gedung Radar Cuaca Muara Teweh Diresmikan
TPU Jadi Kandang Ternak dan Tempat Jemuran, PSI: Dinas Tak Becus Urus Aset

Keterangan Gambar : Anggota DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian
MEGAPOLITANPOS.COM DKI Jakarta - (14/06/2023) – Viral video memperlihatkan kondisi area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Prumpung, Jakarta Timur, jadi kandang ternak hingga untuk menjemur pakaian.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian angkat bicara tentang hal tersebut. Menurutnya, kasus TPU Prumpung ini bentuk ketidakseriusan Pemprov DKI, khususnya Dinas Pertamanan dan Hutan kota dalam mengelola aset-aset yang dimilikinya.
Baca Lainnya :
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
"Nampak ketidakbecusan dinas dalam mengelola asetnya sendiri. Banyak aset diabaikan, tidak terkelola dengan baik dan justru Dinas sibuk sendiri belanja lahan baru dengan jumlah anggaran yang besar," ucapnya.
“Ratusan milyar digelontorkan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk membeli lahan baru, mereka mnghamburkan uang dan memilih cara tersebut dibanding mengelola aset tanah yang sudah ada ini," lanjut Justin.
Anggota Komisi D itu juga menduga kuat ada oknum yang bermain dalam hal penguasaan aset daerah oleh pihak lain.
“Saya yakin dinas tersebut tahu dari awal. Ada petugas TPU, unit pengelolanya juga ada, tentu pendudukan ini tidak terjadi tiba-tiba tanpa sepengetahuan mereka, bahkan jangan-jangan memang disewakan oleh oknum” pungkasnya.
Dia juga berharap mestinya dinas bisa mencegah lebih awal agar hal-hal tersebut tidak terjadi. “Apabila dinas profesional dalam pengelolaan aset, maka kasus seperti ini mestinya tidak akan terulang lagi,” tutup Justin. ** (Jhn)


.jpg)














