- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
- Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
Tanggapi Wadulan Masyarakat Ketua GP Ansor Akan Ambil Langkah Pro aktif Adanya Cafe Cethe Nglegok

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Masyarakat Blitar resah akibat adanya cafe cethe yang tempatnya sangat terkesan kurang menghargai adanya tempat riligi Syeh Subakir dan sentono.
Dimana keberadaan Cafe yang diduga tak mengantongi perijinan ini dianggap menciderai martabat agama. Betapa tidak disaat saat masyarakat kususnya umat muslim yang sedang zaroh makom, tak jarang menemukan pemandangan tak sedap, misal pemandu lagu dan pengunjung Cafe mabuk dan muntah.
Kondisi ini diperkuat oleh keterangan warga pengunjung sebut saja Im yang mengaku warga tulungagung mengadu kepada wartawan belum lama ini.
Baca Lainnya :
- 179 Sekolah Masuk Revitalisasi, Bupati Majalengka Bidik Pemerataan Pendidikan
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
Menanggapi hal ini ketua GP Ansor Kabupaten Blitar Hermawan kepada awak media menyampaikan, peran Ansor sebenarnya selalu mendukung pihak aparat dalam penertipan dan penegakan aturan.
"Kami sangat menyayangkan kalau ada tempat religi terdapat sebuah tempat yang menurut saya tidak pada tempatnya, seperti tempat karaoke yang sangat dekat sekali dengan makom Syeh Subakir dan Sentono,"tuturnya.
Hermawan yang juga akrab disapa Kondo ini sangat berharap Pemerintah Kabupaten Blitar maupun aparat di Kecamatan Nglegok memberi peringatan.
"Seharusnya hal ini menjadi tugas penegak Perda Satpol PP, bila sudah mendapat komplain masyarakat, ya hendaknya para pemangku kepentingan ini tanggap, memberikan tegoran dan solusi, pindah lokasi atau tetap berada disitu namun tidak lagi berpraktik Cafe Karaoke.
Selanjutnya karena adanya Cafe Cethe ini sudah menuai protes warga, " Kami akan berkordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk koordinasi, dan ini juga sebagai tamparan keras bagi Ansor bila hal ini terjadi pembiaran, karena urusanya sudah menyangkut agama,"pungkasnya (za/mp)


.jpg)


.jpg)










