Breaking News
- Biro SDM Polda Metro Jaya Jalin Kerjasama dengan Empat Perguruan Tinggi
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- Paripurna III DPRD Barito Utara, Bupati Sampaikan Jawaban atas Pemandangan Umum Lima Raperda
- Anggota DPRD Barito Utara Semarakkan Safari Ramadhan di Lahei Barat, Pererat Silaturahmi Hingga Pelosok Desa
- Robot Wudhu Otomatis hingga Robot Sumo, Wapres Gibran Tinjau Karya Santri Didampingi PRSI
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Satgas Saber Polda Metro Tegur dan Minta Pedagang Pasar di Jakarta Barat Menjual Bapokting Sesuai Harga Acuan
Sindikat Begal Rekening Bermarkas di Hutan daerah Ogan Ilir Berhasil Dibongkar, 2 Pelaku Ditangkap

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat kejahatan begal rekening nasabah bank. Sedikitnya 2 pelaku dari sindikat itu telah ditangkap oleh tim Resmob Polda Metro Jaya dibawah pimpinan Kasubdit Resmob AKBP Handik Zusen dan Kanit II Subdit Resmob, Kompol Maulana Mukarom. Kasubdit Penmas Polda Metro Jaya Kompol Hari Agung Julianto mengatakan, dua pelaku yang ditangkap berinisial H dan R. Keduanya ditangkap di Desa Lebung Hitam, Kecamatan Tulung Slapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan pada Kamis (14/7/2022) lalu. Terkait modus, lanjut Agung, para pelaku berpura-pura sebagai pegawai bank. Pelaku menawarkan kepada korban untuk menjadi nasabah prioritas. "Para tersangka melakukan penipuan menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Pelaku penipuan akan meminta korban memberikan data pribadi seperti nomor ATM, PIN, OTP," terang Agung, saat konferensi pers ungkap kasus, di ruang Satya Haprabu, Gedung Ditreskrimum PMJ, Selasa (19/7/2022). Dijelaskan Agung, kasus ini bermula dari laporan seorang warga pada 27 Mei 2022 di Polda Metro Jaya. Korban saat itu mengaku ditelpon oleh orang yang mengaku pegawai bank swasta. Korban yang tidak curiga lalu mengikuti tiap instruksi dari pelaku. Namun, setelah itu korban menemukan saldo uang di ATM miliknya berkurang. "Pada rekening pelapor terjadi transaksi Rp 181 juta," beber Agung. Kanit II Subdit Resmob, Kompol Maulana Mukarom menambahkan, sindikat kejahatan ini mempunyai markas yang berada di dalam hutan. "Kami menangkap para pelaku di posko, ada gubuk di dalam hutan. Kita temukan senjata api rakitan, peluru, dan juga kita temukan narkoba jenis sabu. Mereka juga sebagai pengedar," ungkap Mukarom. Mukarom juga menyampaikan, pihaknya akan berupaya menangkap pelaku lain yang terlibat dalam sindikat kejahatan ini. "Kami dari Subdit Resmob PMJ masih terus mendalami dan mengembangkan kasus ini dan menangkap pelaku-pelaku lain," cetusnya. Adapun barang bukti yang diamankan dari penangkapan tersebut diantaranya berupa sejumlah handphone, kartu ATM, power bank, jam tangan, buku tabungan, senjata api, peluru, dan kartu provider. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal Pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara, pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara 4 tahun. Pasal 30 jo pasal 46 dan Pasal 32 jo pasal 48 UU RI No 19/2016 perubahan UU RI No 11/2008 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara 8. Serta pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No 12/1951 dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.
















