- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto Puji Kinerja BP2MI Dipimpin Benny Rhamdani

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggelar acara pelepasan dan pembekalan pekerja migran Indonesia (PMI) skema penempatan antar pemerintah atau government to government (G to G) ke Korea Selatan dan Jerman.
Seremoni pelepasan kali ini BP2MI mengundang Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto untuk ikut memberikan motivasi kepada para PMI dan Calon PMI yang turut dihadirkan dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-Perjuangan, Hasto Kristiyanto memuji berbagai terobosan bagi pelayanan dan pelindungan PMI yang dilakukan BP2MI di bawah kepemimpinan Benny Rhamdani. Menurutnya, kinerja BP2MI dalam melayani para pahlawan devisa negara telah jauh lebih baik.
Baca Lainnya :
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
“Mereka telah dipersiapkan dengan baik oleh BP2MI di bawah kepemimpinan Bapak Benny Rhamdani yang sangat progresif. Kedua, kehadiran Command Center 24 jam yang menjadi suatu kebijakan dari Bung Benny memberikan perlindungan secara nyata, bahkan credential letters yang diberikan kepada setiap pekerja migran itu menunjukkan sesuatu progres yang sangat baik,” kata Hasto kepada wartawan usai acara pelepasan, di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (27/5/2024).
Hasto juga mengapresiasi bentuk penghargaan negara yang diberikan kepada para pekerja migran Indonesia. Dia pun berharap tidak boleh ada lagi perlakukan diskriminatif yang diterima oleh PMI.
“Mereka diperlakukan sebagai duta-duta bangsa yang tidak boleh lagi ada berbagai eksploitasi terhadap mereka," lugasnya.
"Bukan karena sekadar kontribusinya terhadap perekonomian nasional yang sangat penting tapi mereka mampu bekerja secara berdikari dan memiliki suatu semangat juga untuk membawa nama baik Indonesia karena itulah mereka harus diperlakukan dengan baik dengan penuh kehormatan,” papar Hasto.
Sementara itu dalam acara pelepasan dan pembekalan ratusan PMI, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, pelepasan PMI secara seremonial telah rutin dilakukan hampir setiap pekan dalam empat tahun belakangan. Para PMI juga dilepas secara terhormat dan dihadiri oleh pejabat negara, tokoh hingga elemen bangsa.
“Ini bentuk penghormatan negara, karena sebetulnya negara berhutang besar kepada rakyatnya yang disebut pekerja migran Indonesia," cetusnya.
Benny mengungkapkan, bahwa pekerja migran Indonesia merupakan penyumbang devisa terbesar kedua setelah sektor Migas. Hal itu berdasarkan data Bank Indonesia tahun 2023, devisa PMI sudah mencapai angka Rp 227 triliun.
“Jadi kalau negara tidak merasa berutang, kalau negara dan para aparatur negaranya masih sombong bahkan kadang kala memberikan perlakuan tidak hormat, memeras para pekerja migran Indonesia maka sesungguhnya itu adalah perilaku zalim negara kepada rakyatnya sendiri," tandasnya.
Sebagai informasi, sebanyak 279 pekerja migran Indonesia akan bekerja ke Korea Selatan melalui program G to G, yang terdiri dari 148 PMI sektor Manufaktur dan 131 PMI sektor Perikanan. Turut hadir dalam seremoni pelepasan dan pembekalan itu, 48 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) skema G to G ke Korea Selatan dan 18 CPMI ke Jerman, yang sedang menjalani orientasi pra pemberangkatan.(*/Anton)


.jpg)














