Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam

By Sigit 12 Okt 2026, 12:20:39 WIB Jawa Barat
Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka, H Eman Suherman dan Kepala DKP3 Majalengka Gatot Sulaeman


MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Harga cabai yang bergejolak bisa membebani pengeluaran rumah tangga. Pemerintah Kabupaten Majalengka merespons persoalan tersebut dengan mendorong masyarakat menanam cabai sendiri di pekarangan rumah melalui program Penca Perdaya (Penanaman Cabai Pekarangan Berdaya).

Program yang diluncurkan di Kelurahan Tarikolot, Kecamatan Majalengka, Senin (12/10/2026), ini menjadi langkah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu mengendalikan inflasi daerah.

Bupati Majalengka, H Eman Suherman, menegaskan bahwa upaya menjaga stabilitas harga pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri juga dinilai penting.

Baca Lainnya :

Menurutnya, cabai merupakan kebutuhan dapur yang hampir setiap hari digunakan masyarakat. Jika kebutuhan tersebut diakumulasikan dari seluruh rumah tangga, komoditas yang terlihat sederhana ini memiliki pengaruh terhadap pengeluaran masyarakat dan pergerakan inflasi.

"Cabai ini komoditas yang unik. Setiap hari, hampir setiap rumah tangga membutuhkan cabai. Karena dianggap sepele, kebutuhan kecil ini kalau digabungkan seluruh masyarakat nilainya menjadi sangat besar dan memengaruhi inflasi. Lewat gerakan Penca Perdaya, kita mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan mandiri," ujar Eman.

Tak Perlu Lahan Luas, Pekarangan Bisa Jadi Solusi

Eman menjelaskan, masyarakat tidak harus memiliki kebun luas untuk mulai menanam cabai. Pekarangan sempit pun bisa dimanfaatkan menggunakan pot, polybag, maupun wadah bekas yang masih layak digunakan.

“Tidak perlu menunggu memiliki lahan luas. Pekarangan kecil pun bisa dimanfaatkan. Kalau setiap rumah tangga menanam cabai dan merawatnya dengan baik, hasilnya tentu akan membantu kebutuhan sehari-hari. Yang terpenting adalah kemauan dan konsistensi masyarakat,” tambahnya.

Melalui gerakan tersebut, warga diharapkan dapat mengurangi sebagian kebutuhan cabai yang harus dibeli di pasar. Namun, dampaknya terhadap stabilitas harga tetap bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat, keberhasilan panen, serta kondisi pasokan dan permintaan di pasaran.

Tiga Wilayah Jadi Percontohan

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, mengungkapkan bahwa program Penca Perdaya pada tahap awal diuji coba di tiga wilayah, yakni Kelurahan Tarikolot, Kecamatan Majalengka; Desa Kagok, Kecamatan Banjaran; dan Desa Loji, Kecamatan Palasah.

Hasil pelaksanaan di tiga wilayah tersebut akan dievaluasi bersama penyuluh pertanian sebelum program diperluas ke desa dan kelurahan lainnya.

“Hari ini kita uji coba di tiga desa/kelurahan. Hasilnya akan terus kita evaluasi bersama para penyuluh pertanian. Kami ingin membangkitkan semangat kebersamaan ini agar nantinya dapat diterapkan di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Majalengka,” jelas Gatot.

Pendampingan penyuluh pertanian diharapkan membantu masyarakat memahami cara menanam dan merawat cabai agar tanaman tumbuh optimal serta menghasilkan panen yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.

Warga Minta Program Tak Berhenti pada Peluncuran

Salah seorang warga Kelurahan Tarikolot, Ekawati, menyambut positif program tersebut. Ia menilai penanaman cabai di pekarangan bisa menjadi langkah praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur sekaligus menghemat pengeluaran.

“Menurut saya, program ini sangat bagus karena menanam cabai bisa dilakukan di pekarangan rumah, meskipun lahannya tidak luas. Kalau kita punya tanaman cabai sendiri, saat membutuhkan untuk memasak tinggal memetik. Selain lebih praktis, mudah-mudahan juga bisa menghemat pengeluaran rumah tangga,” ungkapnya.

Ekawati berharap pemerintah daerah tidak hanya meluncurkan program, tetapi juga memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu merawat tanaman hingga panen.

Harapan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Sebab, keberhasilan Penca Perdaya tidak cukup diukur dari peluncuran dan jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari keberlanjutan gerakan serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Pemkab Majalengka berharap program ini berkembang menjadi gerakan bersama di seluruh desa dan kelurahan. Dengan memanfaatkan pekarangan secara produktif, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membantu upaya pengendalian inflasi daerah.

Kini, tantangannya bukan sekadar mengajak warga menanam cabai, melainkan memastikan tanaman itu tumbuh, berbuah, dan benar-benar membantu kebutuhan rumah tangga. Dari pekarangan sendiri, Majalengka berupaya membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung semangat Majalengka Langkung Sae. ** (Agit)




  • Harga Cabai Bikin Dapur Tertekan, Bupati Majalengka Ajak Warga Menanam

    🕔12:20:39, 12 Okt 2026
  • Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan

    🕔17:54:05, 11 Okt 2026
  • Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031

    🕔14:49:47, 11 Okt 2026
  • Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

    🕔14:25:52, 09 Okt 2026
  • Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi

    🕔18:13:10, 09 Okt 2026