- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

Keterangan Gambar : Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (9/10/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Fungsi masjid di Kabupaten Majalengka didorong melampaui aktivitas ibadah. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka kini menyiapkan 10 masjid sebagai percontohan pengelolaan modern yang diharapkan mampu menggerakkan pendidikan, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Inovasi Manajemen Masjid Modern Tahun 2026 di Gedung Islamic Center Majalengka, Jumat (9/10/2026).
Program ini menjadi upaya memperkuat tata kelola masjid agar lebih profesional, terbuka terhadap inovasi, dan mampu menjawab kebutuhan umat.
Baca Lainnya :
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, mengatakan masjid memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Potensi itu perlu dikembangkan melalui manajemen yang terarah dan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
"Masjid bukan hanya tempat ritual keagamaan, tetapi juga ruang lahirnya dimensi peradaban, ekonomi, edukasi, dan sosial," kata Agus.
Menurutnya, pengelolaan masjid modern membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Selain pengurus dan tokoh agama, generasi muda juga perlu diberi ruang untuk berperan dalam merancang serta menjalankan kegiatan masjid.
Baznas pun menghadirkan pengelola Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi dan Masjid Affiliate Al-Kahfi Bunut di Banjaran, Kabupaten Bandung, untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan kegiatan dan pelayanan masyarakat.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi 10 masjid peserta dalam menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan masing-masing.
Agus menekankan pentingnya keterlibatan anak muda agar masjid tidak kehilangan kedekatan dengan generasi masa kini.
"Dari 10 masjid yang menjadi peserta, kami berharap ada keterlibatan anak-anak muda. Dengan begitu, pengembangan masjid bisa lebih sesuai dengan tren dan kebutuhan generasi sekarang," ujarnya.
Selain penguatan manajemen masjid, kegiatan tersebut juga diwarnai penyaluran bantuan keagamaan dan kemanusiaan. Baznas Majalengka menyalurkan wakaf 500 mushaf Al-Qur'an kepada majelis taklim dan lembaga pendidikan, termasuk Universitas Majalengka.
Pengadaan mushaf tersebut mendapat dukungan dari para donatur, salah satunya H. Ade Haris yang memberikan infak sebesar Rp 50 juta.
Pada kesempatan yang sama, Baznas Majalengka menyerahkan donasi kemanusiaan sebesar Rp 311 juta untuk membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara itu, dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat, Baznas turut mendukung program Balai Ternak Baznas RI untuk kelompok Suka Mulya di Desa Cijurey, Kecamatan Panyingkiran. Program dengan dukungan anggaran Rp 500 juta tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha peternakan dan pendapatan keluarga penerima manfaat.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dan infak juga dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan, membantu masyarakat terdampak bencana, serta memperkuat usaha produktif.
Pelatihan tersebut dihadiri perwakilan Baznas RI, Wakil Ketua I Baznas Provinsi Jawa Barat Dr. Ijang Faisal, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, camat, tokoh agama, unsur pendidikan, perbankan, serta mitra dan donatur Baznas.
Melalui program percontohan ini, Baznas Majalengka berharap masjid mampu mengambil peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Keberhasilannya akan ditentukan oleh kemampuan pengurus menerjemahkan pelatihan menjadi program nyata yang berkelanjutan, mulai dari pelayanan sosial hingga pemberdayaan ekonomi umat. ** (Agit)






.jpg)


.jpg)
.jpg)




