- PRSI Babel Gelar Fun Match Robot Soccer Saat Ngabuburit Komunitas
- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
Rekan Anies Lampung Konsolidasi, Petani Sampaikan Keluhan
Rekan Anies provinsi Lampung

Keterangan Gambar : Rekan Anies
MEGAPOLITANPOS.COM: Rekan Anies - Bandar Lampung, Selasa (25/10) 35 orang perwakilan dari 12 kota dan kabupaten se-Lampung berkumpul melakukan konsolidasi guna penguatan dan perluasan jaringan pemenangan Anies Baswedan sebagai presiden di pemilu 2024.
Ke 35 orang tersebut mengaku tergabung dalam Relawan Kemenangan Anies Baswedan (Rekan Anies) dibawah komando ketua umun Rekan Anies, Ir. Dedi Satria.
Irwan Priyanto, koordinator Rekan Anies provinsi Lampung mengatakan bahwa agenda ini dilakukan untuk memperkuat soliditas jaringan Rekan Anies di provinsi Lampung.
"Ajang konsolidasi dan
silaturahmi antar pengurus pusat, provinsi, dan kota kabupaten. Agar semakin mantap bergerak dan berjuang memenangkan Anies Baswedan di 2024" ujar Irwansyah di Kopi Nate, Bandar Lampung.
Sementara di tempat yang sama, ketum Rekan Anies, Dedi Satri mengatakan bahwa konsolidasi yang dilakukan Rekan Anies provinsi Lampung ini sangat penting mengingat banyak perkembangan di daerah-daerah pasca selesainya masa jabatan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta.
"pasca purna tugas pak Anies, sekarang saatnya fokus untuk menguatkan dan mensolidkan jaringan, serta juga mengupdate permasalahan yang terjadi di daerah-daerah" jelas Dedi.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari kabupaten Pesawar yang juga petani, Yuda mengungkapkan keluhan terkait mahalnya harga pupuk urea.
"besar harapan saya ketika pak Anies jadi presiden dapat membenahi ketersediaan pupuk dan mahalnya harga pupuk urea" ungkap Yuda.
Seperti diketahui bahwa pemerintah melakukan kebijakan kenaikan harga pupuk urea akibat dicabutnya subsidi pupuk bagi petani, ditambah lagi ketersediaan yang langka membuat petani semakin susah.

















