Rasid Reses Perseorangan di Gunung Bintang Awai Barsel

By Ywid MP 08 Mar 2022, 13:27:41 WIB Daerah
Rasid Reses Perseorangan di Gunung Bintang Awai Barsel

MEGAPOLITANPOS.COM. ( Tabak Kanilan ) - Reses adalah kegiatan observasi langsung, sebagaimana fungsi dan Roh wakil rakyat yang dituntut untuk menjalankan fungsi kontrolnya serta menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat dalam mengartikulasikan penyerapan aspirasi masyarakat. Kegiatan reses tidak hanya bersifat politis saja mengingat sebagai wakil rakyat lebih kepada bagaimana jaring aspirasi ini merupakan konsekwensi sebagai wakil rakyat yang di amanatkan dari konstituennya, tersirat sebuah harapan bahwa aspirasi mereka tertampung dan nantinya di jembatani oleh wakil rakyat serta kemudian disampaikan kepada pihak yang berkepentingan membuat kebijakan, sehingga apa yang menjadi aspirasi nya menjadi kenyataan. Kegiatan itulah yang di lakukan seorang putra Daerah asli Das Barito H.Rasid anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah ( Kalteng) Daerah perwakilan IV (Dapil IV)  dari Fraksi Partai Gerindra Perwakilan kabupaten Barito Selatan ini Kegiatan reses dilaksanakan di gedung pertemuan umum (GPU) Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA)  Kabupaten Barsel, yang di dampingi kepala Bakesbangpol Barsel, dihadiri oleh Camat GBA, Kepala Desa (kades) dan Badan Pengawasan Desa( BPD) Sekecamatan setempat, Senin 7/03/2022. "Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah jaring aspirasi  DPRD Provinsi untuk mendengar, menampung aspirasi aspirasi dari masyarakat yang secara rutin dilakukan sebagai wakil rakyat dalam mencanangkan  program program pembangunan serta potensi potensi alam yang nanti akan dimasukan dalam draf pembahasan  persidangan DPRD Provinsi nantinya," ucap H. Rasid anggota DPRD provinsi, kepada media usai acara reses digelar. Dalam reses perseorangan kali ini  memang banyak aspirasi masyarakat yang dikemukakan oleh kepala Desa , BPD  terkait masalah ketenaga kerjaan, untuk memperdayakan sumber daya lokal dan masalah kontaminasi lingkungan mengingat banyaknya perusahaan yang beroperasi melakukan kegiatan usaha. Baik dalam pertambangan serta sektor perkebunan, seperti sawit dan batu bara. Menurutnya aspirasi seperti itu mereka suarakan sesuatu hal yang wajar, mengingat hak dari masyarakat sudah jelas tertuang baik dalam peraturan perundang undang dan peraturan lain nya. Tapi tidak itu saja yang di usulkan dalam kegiatan kali ini, masalah seperti inprastuktur, perkebunan,peternakan dan prasarana prasana yang lain pun tidak kalah pula mendominasi dalam topik dialog. Dia juga menambahkan, terkait masalah ketenaga kerjaan. "Di sini kan ada banyak Perusahaan, seperti Batubara dan Perkebunan Sawit, mereka menuntut supaya masyarakat disini tidak dijadikan sebagai penonton saja tapi di akomodir sesuai aturan yang berlaku,  70 persen sumber daya lokal 30 non lokal dalam perekrutan tenaga kerja," tutupnya (Ade/Red/MP).




  • Mahasiswa UNY Dorong Partisipasi Donor Darah Lewat Red Heroes Project, Perkuat Dukungan pada SDGs 3 dan 4

    🕔16:17:39, 24 Nov 2025
  • Wamenkop Farida: Kopontren Dapat Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

    🕔21:24:46, 14 Nov 2025
  • Polres Palopo Ungkap Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Feni Ere

    🕔21:24:00, 21 Mar 2025
  • Reuni Alumni Akpol 1991 Bhara Daksa Sambangi Rumah Kompol(Purn) Sutomo, Berikan Kado Kursi Roda

    🕔10:56:12, 23 Agu 2024
  • Latihkan Baris Berbaris, Satgas Yonif 762/VYS Tanamkan Disiplin Anak Pedalaman Papua Barat Daya

    🕔21:27:25, 15 Jul 2024