- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
Polrestro Jaktim Dinilai Lamban, Orang Tua Korban Minta Keadilan

Keterangan Gambar : Ilustrasi Korban mencari keadilan atas kasusnya.
MEGAPOLITANPOS.COM Jakarta Timur - Orang tua korban pencabulan mendatangi Mako Polres Metro Jakarta Timur untuk mencari keadilan atas kasus pelecehan seksual yang dialami putrinya sejak bulan Januari 2023 lalu pada Senin (21/08/2023).
Orang tua korban sengaja datang ke Polres Metro Jakarta Timur untuk meminta aparat kepolisian agar segera menangkap predator anak yang masih berkeliaran itu.
“Saya menuntut agar polisi segera tangkap pelaku dan proses sesuai hukum yang berlaku. Sudah ada hasil visum,” kata orangtua korban berinisial EW saat dikonfirmasi VOI, Senin, 21 Agustus.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
Dikutip dari laman VOI, Kasus Pencabulan Anak di Polres Jaktim Mangkrak, Pelaku Berkeliaran Bikin Korban Trauma Setiap Kali Bertemu.
Akibat pencabulan itu, korban masih mengalami trauma sampai saat ini. Pasalnya, pelaku masih sering bertatap muka dengan korban dan keluarganya.
“Miris, anak saya selaku korban masih terus mengingat kejadian itu. Saya yang lebih trauma, karena anak seumuran korban masih masa-masanya bermain. Jadi saya selalu ketakutan karena pelaku belum ditangkap,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan berinisial NB (6) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pria paruh baya berinisial D di dalam rumah pelaku yang terletak di Jalan Dukuh III, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ironisnya, pelaku pencabulan merupakan tetangga korban. Dalam aksinya, pelaku mencabuli korban dengan cara memasukan jari ke kemaluan korban dan menciuminya. Pelaku juga menyuruh korban untuk mencium kemaluannya, namun korban menolak. ** (Red)














