- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Polisi : Rumah Industri Ekstasi di Sunter Terungkap Berkat Kerjasama Bea Cukai, 4 Jadi Tersangka

Keterangan Gambar : Dittipnarkoba Bareskrim Polri saat menggerebek rumah di Blok B No 6 Taman Sunter Agung 2 Jakarta Utara yang dijadikan pabrik pembuatan ekstasi dari jaringan Fredy Pratama.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggelar konferensi pers hasil penggerebekan rumah industri ekstasi atau 'Clandestine Lab Ecstacy', di Perumahan Taman Sunter Agung 2 Blok B No 6, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/4/2024).
Kegiatan yang digelar langsung di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) itu dipimpin oleh Direktur Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa, didampingi Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Kapolrestro Jakarta Utara Kombes Gideon, dan Pejabat Bea dan Cukai, serta jajaran Dittipnarkoba Polri.
Mukti mengatakan, penggrebekan rumah pembuatan ekstasi tersebut berawal dari laporan Bea Cukai Soekarno-Hatta atas informasi bahwa terdapat barang masuk dari luar negeri berupa bahan kimia yang bukan termasuk prekursor (bahan baku) narkotika. Bahan tersebut diduga yang akan diracik untuk membuat ekstasi.
Baca Lainnya :
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
“Kita mendapat laporan dari Bea Cukai Soekarno-Hatta bahwa ada barang-barang masuk ke Indonesia, terutama narkotika,” kata Mukti.
Dijelaskan Mukti, bahwa barang atau bahan tersebut bukan merupakan prekursor atau bahan baku narkotika.
"Jadi barang-barang ini adalah masih dalam bentuk, bukan prekursor, namun akhirnya diracik oleh pelaku untuk membuat ekstasi," terang Mukti.
Lanjut Mukti mengungkapkan, peracikan narkoba di rumah industri itu dikendalikan oleh pelaku berinisial D, yang merupakan jaringan Fredy Pratama yakni gembong narkoba.
Adapun pelaku yang berhasil diamankan dalam penggerebekan yakni sebanyak 4 pelaku.
"Adapun jumlah tersangka ada 4, yang pertama A alias D, R, C, dan G. Dan ada 2 DPO terkait kasus ini yakni untuk Fredy Pratama dan D alias G, ahli kimia jaringan Fredy Pratama," beber Mukti.
Selain itu, dari penggrebekan tersebut pihaknya bersama dengan Bea Cukai berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 34.970.000,- dan pil ekstasi siap edar sebanyak 7.890 butir, handphone dan bahan-bahan kimia.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 sub pasal 113 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup.
Sebelumnya diberitakan Dittipnarkoba Bareskrim Polri menggerebek sebuah rumah yang diduga dijadikan tempat pembuatan narkoba di Perumahan Taman Sunter Agung 2 Blok B no 6, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis pagi (4/4/2024).
Rumah yang dimanfaatkan untuk industri pembuatan narkoba jenis ekstasi itu diduga dikendalikan oleh gembong narkoba Fredy Pratama dari Thailand.
Berdasar hasil penyelidikan, kata Mukti, diketahui bahwa Fredy Pratama mengendalikan para tersangka untuk mengelola pabrik ekstasi ini melalui BBM.
"Dia mengendalikan langsung melalui aplikasi BBM dari Bangkok, Thailand," kata Mukti, Jum'at (5/4/2024). ** (Anton)




.jpg)












