- Lansia dan Disabilitas Warga Desa Bululawang Bersyukur BLT-DD Mengucur
- Ribuan Kendaraan Serbu Puncak, Polisi Berlakukan One Way Lebih Awal
- Mendikdasmen: Pendidikan Tak Cukup Sekadar Angka, Karakter Bangsa Harus Dibangun
- Hadiri Hardiknas 2026, Ketua DPRD Barito Utara Perkuat Komitmen Pendidikan
- Bupati Barut Dalam Moment Hardiknas, Sekolah Jadi Pilar Integrasi Sosial Melalui Pendidikan Inklusif dan Holistik
- Hardiknas 2026 : Fajar Muh Shidik Gugat Pendidikan Baik atau Kita Terbiasa Rusak?
- Kadisdik Majalengka : Hayu Saekola Dorong Revolusi Lingkungan Sekolah melalui Geber
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Proyek Jaringan Irigasi Disorot, Dugaan Penyimpangan Menguat di Majalengka
- Digerebek di Parkiran Alfamart! Pengedar Obat Keras Ilegal Diciduk di Talaga
Polemik Anggaran Mobdin, Wakil Walikota Blitar Alihkan Menjadi Mobil Siaga Hamil

Keterangan Gambar : Mobdin Wakil Walikota Blitar yang dialihkan untuk mobil siaga ibu ibu hamil
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar – Wakil Walikota Blitar mempersembahkan mobil dinas untuk ibu-ibu.
"Ini untuk Panjenengan ibu - ibu agar di gunakan sebagai mobil siaga mengantarkan ibu hamil ke rumah sakit saat mau melahirkan," hal itu diungkapkan Elim Tyu Samba di kediaman rumah dinas Wakil Walikota di jalan Pahlawan.
Baca Lainnya :
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
- Pilih Mundur Ketua DPC PPP Kota Blitar Berikan Peluang Emas Generasi Muda untuk Berjaya di 2029
- Muscab X PPP Kota Blitar Tonggak Parameter Pemilu 2029 Gerak Maju dan Menang
- Ketua SMSI : Pimpinan Daerahl Hanya Sibuk Pencitraan Daripada Bangun Kota Blitar
- Bupati Blitar : High Level Meeting TPID Mendorong Pegendalian Inflasi dan Percepatan Pembangunan Daerah.
Elim Tyu Samba, juga mempersilahkan mengecek harga mobil tersebut kalau masyarakat berkeinginan mengetahui berapa harga mobil, bahkan Dia juga memberikan tanggapan tegas terkait polemik anggaran mobil dinas pejabat daerah.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Rumah Dinas, Jumat lalu Elim mengungkapkan bahwa mobil dinas yang telah dibeli melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan dikembalikan dan dialokasikan untuk kepentingan masyarakat, khususnya ibu hamil.
“Mobil dinas ini sudah dibeli, tetapi saya merasa tidak etis jika anggaran tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar. Oleh karena itu, saya kembalikan dan persembahkan untuk program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Elim Tyu Samba.
Polemik ini muncul setelah adanya kenaikan anggaran rumah tangga sebesar Rp3,29 miliar, yang sebelumnya diisukan untuk pembelian mobil dinas wakil wali kota.

“Mohon maaf, karena saya tidak dilibatkan saat penganggaran, jadi mohon ditanyakan kepada pihak yang menganggarkan,” ujarnya.
Sementara itu, harga mobil Pajero Sport Dakar Ultimate di pasaran hanya sekitar Rp700 juta. Ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terkait sisa anggaran sebesar Rp2,5 miliar.
Sebagai langkah konkret untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, Elim meluncurkan program “Mobil AG 2 Siaga Bumil.” Program ini bertujuan menyediakan layanan transportasi gratis 24 jam bagi ibu hamil di wilayah Kota Blitar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap ibu hamil mendapatkan akses transportasi yang aman dan nyaman. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung kesehatan ibu dan anak,” tambahnya.
Elim berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan kesehatan bagi ibu hamil.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan generasi mendatang. Dengan adanya layanan ini, kami berharap dapat mengurangi angka risiko yang dihadapi ibu hamil,” tandasnya.
Dengan langkah ini, Elim berupaya mengubah stigma negatif terkait pengeluaran anggaran untuk mobil dinas, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa setiap kebijakan yang kami ambil harus bermanfaat langsung bagi mereka,” tegasnya.
Melalui inisiatif ini, Elim Tyu Samba tidak hanya merespons tantangan publik, tetapi juga menciptakan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa mobil dinas, yang semula dipandang sebagai simbol kekuasaan, kini bertransformasi menjadi alat yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Blitar.
“Sebagai pemimpin perempuan di Kota Blitar, saya ingin memberikan sentuhan lebih kepada perempuan, yaitu memuliakan ibu hamil melalui program ini,” pungkasnya. ( za/mp )















