- DPRD Minta Perusahaan Tambang Beralih ke Jalan Khusus, Hentikan Hauling di KM 30
- Hauling Batu Bara Dinilai Rusak Jalan, DPRD Barito Utara Panggil Tiga Perusahaan Tambang
- Konfercab GP Ansor Barito Utara, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Bupati Barito Utara Buka Konfercab GP Ansor, Tekankan Penguatan Nilai Kemanusiaan
- Menkop Ferry Optimis Satu Data Indonesia Bakal Percepat Proses Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih
- Pemkab Majalengka dan OJK Dorong Relaksasi KUR, Perbankan Diharap Turut Berkontribusi
- Pemkab Barito Utara Dorong Konsolidasi Ormas TBBR Lewat Rapimda I
- Fuomo Dorong Kreator Indonesia Jadi Pelaku Bisnis, Siapkan Fitur AI Analytics Engine
- DPRD Sambut Positif Langkah Pemkot Tangerang Akhiri Kerja Sama PSEL Dengan PT Oligo
- Darurat Sampah Nasional : DPRD Minta Pemkot Kota Tangerang Mentransformasi Tata Kelola Sampah
Polemik Anggaran Mobdin, Wakil Walikota Blitar Alihkan Menjadi Mobil Siaga Hamil

Keterangan Gambar : Mobdin Wakil Walikota Blitar yang dialihkan untuk mobil siaga ibu ibu hamil
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar – Wakil Walikota Blitar mempersembahkan mobil dinas untuk ibu-ibu.
"Ini untuk Panjenengan ibu - ibu agar di gunakan sebagai mobil siaga mengantarkan ibu hamil ke rumah sakit saat mau melahirkan," hal itu diungkapkan Elim Tyu Samba di kediaman rumah dinas Wakil Walikota di jalan Pahlawan.
Baca Lainnya :
- Ketua DPC PDIP Kota Blitar Pimpin Gerakan Penghijauan dan Pelepasan Satwa di Sendang Mbah Bawuk
- Kecewa Kepada DPRD Ratusan Outsourcing Siap Kepung Balai Kota Blitar Cari Keadilan
- Tak Miliki IPAL dan Berada di Dekat Sungai Berlimbah SPPG Sukorejo 2 Layak Ditutup
- Kumuh Wajah Bumi Putra Sang Fajar Sampah Berserakan Pasca Pemecatan Ratusan THL
- Pemkot Blitar Pecat Ratusan Tenaga PHL, Mendapat Tanggapan Ketua DPRD
Elim Tyu Samba, juga mempersilahkan mengecek harga mobil tersebut kalau masyarakat berkeinginan mengetahui berapa harga mobil, bahkan Dia juga memberikan tanggapan tegas terkait polemik anggaran mobil dinas pejabat daerah.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Rumah Dinas, Jumat lalu Elim mengungkapkan bahwa mobil dinas yang telah dibeli melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan dikembalikan dan dialokasikan untuk kepentingan masyarakat, khususnya ibu hamil.
“Mobil dinas ini sudah dibeli, tetapi saya merasa tidak etis jika anggaran tersebut tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang lebih besar. Oleh karena itu, saya kembalikan dan persembahkan untuk program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Elim Tyu Samba.
Polemik ini muncul setelah adanya kenaikan anggaran rumah tangga sebesar Rp3,29 miliar, yang sebelumnya diisukan untuk pembelian mobil dinas wakil wali kota.

“Mohon maaf, karena saya tidak dilibatkan saat penganggaran, jadi mohon ditanyakan kepada pihak yang menganggarkan,” ujarnya.
Sementara itu, harga mobil Pajero Sport Dakar Ultimate di pasaran hanya sekitar Rp700 juta. Ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terkait sisa anggaran sebesar Rp2,5 miliar.
Sebagai langkah konkret untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, Elim meluncurkan program “Mobil AG 2 Siaga Bumil.” Program ini bertujuan menyediakan layanan transportasi gratis 24 jam bagi ibu hamil di wilayah Kota Blitar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap ibu hamil mendapatkan akses transportasi yang aman dan nyaman. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung kesehatan ibu dan anak,” tambahnya.
Elim berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya layanan kesehatan bagi ibu hamil.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan generasi mendatang. Dengan adanya layanan ini, kami berharap dapat mengurangi angka risiko yang dihadapi ibu hamil,” tandasnya.
Dengan langkah ini, Elim berupaya mengubah stigma negatif terkait pengeluaran anggaran untuk mobil dinas, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa setiap kebijakan yang kami ambil harus bermanfaat langsung bagi mereka,” tegasnya.
Melalui inisiatif ini, Elim Tyu Samba tidak hanya merespons tantangan publik, tetapi juga menciptakan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa mobil dinas, yang semula dipandang sebagai simbol kekuasaan, kini bertransformasi menjadi alat yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Blitar.
“Sebagai pemimpin perempuan di Kota Blitar, saya ingin memberikan sentuhan lebih kepada perempuan, yaitu memuliakan ibu hamil melalui program ini,” pungkasnya. ( za/mp )

















