- Anggota Damkar Positif Narkoba, Dinas Terkait Tes Urine Massal Untuk Pegawai
- DPRD Dukung Langkah Penguatan Penanganan Karhutla dan BBM di Barito Utara
- Wakil Ketua DPRD Barito Utara Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- DPRD Barito Utara Hadiri Seluruh Rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI
- Pimpin Rapat Karhutla dan BBM, Bupati Tekankan Bangun Koordinasi dan Kumonikasi Yang Cepat
- Diduga Lalai Mematikan Kompor LPG Warung Pujasera Istana Gebang Nyaris Ludes Terbakar
- Warung Tiwul hingga Sate Taichan Ludes, UMKM Rasakan Manfaat Kumpul Bersama Rakyat
- Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan
- Ketua DPRD : Kehormatan Besar, Membaca Teks Proklamasi HUT RI ke 81
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
ParaPreneur Day Ciptakan Ekosistem Wirausaha Ramah Disabilitas

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Sebagai upaya menciptakan iklim ekonomi inklusif, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) terus berkomitmen untuk menciptakan ekosistem wirausaha ramah disabilitas, salah satunya melalui kegiatan Entrepreneur Development Fire Talk Dare to Grow “ParaPreneur Day”, Senin (23/9).
Asisten Deputi Konsultasi Bisnis dan Pendampingan Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM A. H. Novieta dalam sambutannya mengungkapkan, di samping memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, ParaPreneur Day juga didesain untuk memberikan ruang dan akses bagi pelaku wirausaha disabilitas untuk tumbuh dan berkembang.
“Dalam perkembangannya, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam pengembangan wirausaha dan UMKM disabilitas baik dari sisi akses pembiayaan, pemasaran, dan digitalisasi. Namun yang terpenting adalah memberikan peluang serta akses bagi wirausaha dan UMKM disabilitas untuk membangun dan mengembangkan usaha tanpa diskriminasi,” kata Novieta.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- KUR Serap 11 Juta Tenaga Kerja, Menteri Maman: UMKM Jadi Penopang Ekonomi Nasional
- UMKM Wastra Nusantara Jadi Penjaga Alam dan Penopang Ekonomi
- Melalui Ajang INABUYER, Kementerian UMKM Dukung Implementasi 40 Persen Belanja Pemerintah
Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2022, jumlah penyandang disabilitas Indonesia mencapai 22,5 juta orang, di mana sekitar 241.561 penyandang disabilitas menjadi wirausaha.
“Artinya sebagai bagian dari 64 juta unit usaha di tanah air, wirausaha dan UMKM disabilitas telah berkontribusi terhadap perekonomian nasional yakni pertumbuhan PDB dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Novieta.
Bagi Novieta, pemberdayaan wirausaha dan UMKM penyandang disabilitas menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada satupun kelompok yang tertinggal dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Novieta menuturkan, flagship program pengembangan kewirausahaan lain yang terintegrasi dan berkelanjutan yakni Program Pengembangan Lembaga Inkubator dan Inkubasi, Pengembangan Ekosistem Bisnis (eHub), Program Pembiayaan Wirausaha (Entrepreneur Financial Fiesta), dan Pendataan Wirausaha (Data Tunggal UMKM).
“Selain itu, KemenKopUKM juga memberikan akses fasilitasi program lainnya seperti pengembangan kapasitas usaha dan literasi keuangan bagi UMKM disabilitas,” ujar Novieta.
ParaPreneur Day sendiri menjadi bentuk kerja sama antara KemenKopUKM dengan salah satu peserta Entredev 2024 Parakerja yang bersinergi dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), yang berupaya untuk membantu kesetaraan disabilitas tuli.
“Harapannya ke depan Parakerja bisa berkreasi dalam berkolaborasi untuk kemandirian dan kemajuan usaha pelaku wirausaha disabilitas lebih luas lagi,” tutur Novieta.
Pada kesempatan yang sama, CEO Parakerja Rezki Achyana menyampaikan ParaPreneur Day dapat menjadi ajang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk mendukung tumbuhnya wirausaha dari komunitas tuli sehingga mampu mendukung perekonomian inklusif di tanah air.
“Kegiatan ini dapat memperkuat semangat berwirausaha dan menginspirasi teman-teman untuk berkembang, mengatasi tantangan, serta memanfaatkan peluang melalui inovasi dan strategi branding yang tepat, sekaligus mewujudkan inklusivitas dalam dunia usaha,” kata Rezki.
Kegiatan ParaPreneur Day sendiri diikuti oleh 65 peserta terpilih, dan berisi serangkaian acara mulai dari diskusi panel, mini training, hingga jejaring.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)














