- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Kompetitif di 4 Putaran Awal, Tim HRI Target Raih Gelar Juara Nasional Akhir Pekan Ini di Mandalika
- Jaga Stabilitas Keamanan, Babinsa Koramil Ciledug Dan Pondok Aren Patroli Malam Bersama Komduk.
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- Pemkab Barut Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Cegah Stunting Lewat Lomba Cipta Menu B2SA
- Ketua TP-PKK Barito Utara Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Stunting melalui Pangan B2SA
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
M.Rifai Apresiasi Pemerintahan Bupati Blitar Tekan Angka Stunting

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Masalah penanganan stunting di Kabupaten Blitar semakin masiv, atas gercep Pemkab Blitar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar M. Rifa'i apresiasi kinerja Bupati Rini Syarifah.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar mengungkapkan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa dalam program penanganan stunting yang dijalankan oleh pemerintah daerah.
" Bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak, menunjukkan komitmen kuat Blitar dalam menangani isu stunting,"kata Rifa'i.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- Mediasi Dugaan Limbah Greenfields Memanas, kenapa Pejabat Masih Baru Akan Turun ke Lokasi.
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Diduga Hubungan Arus Pendek Listrik Pemilik Toko Bangunan di Gandusari Rugi Ratusan Juta Toko Ludes Terbakar.
Atas capaian ini untuk menekan stunting keberhasilan Kabupaten Blitar dalam menyelesaikan pendataan 100% terhadap balita adalah langkah penting dalam upaya kita mengatasi stunting. Ini adalah hasil kerja keras yang patut dibanggakan dan diapresiasi.
Hal ini mampu tercapai, masih kata Rifa'i, itu berkat kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah sangat krusial dalam mencapai target ini.
"Jadi stunting, masalah gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan anak-anak, masih menjadi perhatian utama pemerintah. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stunting di Indonesia berada di angka 21,5%, sementara di Jawa Timur tercatat sebesar 17,7%," bebernya.
Di Kabupaten Blitar sendiri, prevalensi stunting meningkat dari 14,3% menjadi 20,3% dalam setahun terakhir. Hasil penimbangan balita di Posyandu juga menunjukkan peningkatan dari 9,5% pada Februari 2023 menjadi 10,5% pada Februari 2024.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Pusat pada bulan Juni 2024 menginstruksikan pelaksanaan intervensi serentak penanganan stunting, yang diawali dengan pendataan menyeluruh terhadap balita dan ibu hamil di Posyandu. Kabupaten Blitar merespons instruksi ini dengan baik, berhasil mendata 63.990 balita, menempatkan Blitar di posisi pertama di Jawa Timur dan lima besar secara nasional.
M. Rifai menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mencapai hasil ini.
"Kerja keras dari para kader PKK Kecamatan, TPPS Desa/Kelurahan, Kader Posyandu, serta tim Pendamping Keluarga (TPK) sangat berarti. Tanpa upaya mereka di lapangan, capaian ini tidak akan mungkin terwujud," tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Rifai juga menyebutkan bahwa keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan upaya dalam menurunkan angka stunting di masa depan.

DPRD Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bertujuan menurunkan prevalensi stunting.
"Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa program-program ini berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan. Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kita," kata Rifai.
Dengan prestasi yang diraih, Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa langkah nyata dan kolaboratif dalam menangani stunting dapat membawa perubahan signifikan. M. Rifai juga menyampaikan harapannya bahwa langkah-langkah ini akan menjadi fondasi untuk program-program selanjutnya.
"Kami berharap capaian ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain,"pungkasnya (za/mp)


.jpg)


.jpg)




.jpg)




