- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- MUBES Jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan
M.Rifai Apresiasi Pemerintahan Bupati Blitar Tekan Angka Stunting

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Masalah penanganan stunting di Kabupaten Blitar semakin masiv, atas gercep Pemkab Blitar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar M. Rifa'i apresiasi kinerja Bupati Rini Syarifah.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar mengungkapkan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa dalam program penanganan stunting yang dijalankan oleh pemerintah daerah.
" Bahwa prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak, menunjukkan komitmen kuat Blitar dalam menangani isu stunting,"kata Rifa'i.
Baca Lainnya :
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
Atas capaian ini untuk menekan stunting keberhasilan Kabupaten Blitar dalam menyelesaikan pendataan 100% terhadap balita adalah langkah penting dalam upaya kita mengatasi stunting. Ini adalah hasil kerja keras yang patut dibanggakan dan diapresiasi.
Hal ini mampu tercapai, masih kata Rifa'i, itu berkat kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah sangat krusial dalam mencapai target ini.
"Jadi stunting, masalah gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan anak-anak, masih menjadi perhatian utama pemerintah. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi stunting di Indonesia berada di angka 21,5%, sementara di Jawa Timur tercatat sebesar 17,7%," bebernya.
Di Kabupaten Blitar sendiri, prevalensi stunting meningkat dari 14,3% menjadi 20,3% dalam setahun terakhir. Hasil penimbangan balita di Posyandu juga menunjukkan peningkatan dari 9,5% pada Februari 2023 menjadi 10,5% pada Februari 2024.
Menanggapi hal ini, Pemerintah Pusat pada bulan Juni 2024 menginstruksikan pelaksanaan intervensi serentak penanganan stunting, yang diawali dengan pendataan menyeluruh terhadap balita dan ibu hamil di Posyandu. Kabupaten Blitar merespons instruksi ini dengan baik, berhasil mendata 63.990 balita, menempatkan Blitar di posisi pertama di Jawa Timur dan lima besar secara nasional.
M. Rifai menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mencapai hasil ini.
"Kerja keras dari para kader PKK Kecamatan, TPPS Desa/Kelurahan, Kader Posyandu, serta tim Pendamping Keluarga (TPK) sangat berarti. Tanpa upaya mereka di lapangan, capaian ini tidak akan mungkin terwujud," tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Rifai juga menyebutkan bahwa keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus meningkatkan upaya dalam menurunkan angka stunting di masa depan.

DPRD Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bertujuan menurunkan prevalensi stunting.
"Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa program-program ini berjalan efektif dan mencapai target yang telah ditetapkan. Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kita," kata Rifai.
Dengan prestasi yang diraih, Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa langkah nyata dan kolaboratif dalam menangani stunting dapat membawa perubahan signifikan. M. Rifai juga menyampaikan harapannya bahwa langkah-langkah ini akan menjadi fondasi untuk program-program selanjutnya.
"Kami berharap capaian ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain,"pungkasnya (za/mp)
















