- Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi.
- Hadiri Bayan Run 2026, Marsdya TNI Muzafar Gaungkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Kaltim.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
MenKopUKM Sebut Pentingnya Perkuat Minat Anak Muda Terjun ke Sektor Pertanian

MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menyebut pentingnya memperkuat minat dan keinginan dari kalangan anak-anak muda untuk terjun dan bekerja di sektor pertanian dan perikanan.
"Artinya, lanjut MenKopUKM, salah satu tantangan sektor pertanian saat ini dan di masa depan adalah kendala regenerasi," ujar MenKopUKM, Teten Masduki, pada acara Seminar Nasional Ketahanan Pangan (Agri Summit 2024) yang diselenggarakan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian (KAFP) Universitas Padjadjaran, di Kampus Dipatiukur, Kota Bandung, Jumat (30/8).

Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- KemenUMKM Tegaskan SMESCO sebagai Rumah UMKM dengan Beragam Layanan Terpadu
- Kemenkop–Apdesi Merah Putih Sepakat Bangun 80 Ribu Kopdes, Target Rampung Maret 2026
Di Indonesia, misalnya. Mayoritas petani berusia di atas 45 tahun. Masalah serupa juga dialami bangsa-bangsa lain, termasuk Jepang (rata-rata di atas 67 tahun) dan Inggris (59 tahun).
Bahkan, laporan BPS terbaru menunjukkan hanya 19,2% dari generasi muda di Indonesia yang memilih bekerja di sektor pertanian dan perikanan, sedangkan 56,46% lainnya atau sebagian besar justru memilih bekerja di sektor jasa dan perdagangan.
Menteri Teten menyebutkan, Bank Dunia di tahun 2023 telah melakukan survei di 18 negara untuk mengukur pendapatan petani atau nelayan muda di negara-negara tersebut. Hasilnya, sebanyak 17,3% anak muda di perikanan tangkap dan 15,2% di perikanan budidaya masing-masing pendapatannya lebih rendah dari ambang batas kemiskinan ekstrem. Bahkan, bagi pemuda di sektor pertanian proporsinya mencapai 41,9%. "Jadi, rendahnya pendapatan di sektor pertanian yang menyebabkan rendahnya minat anak muda bekerja di sektor pertanian," ucap MenKopUKM.
Bagi Menteri Teten, hal itu disebabkan karena kehadiran generasi muda ke dalam sektor ini belum diikuti dengan terbukanya akses inovasi dan teknologi dalam pengelolaan sumber daya pertanian dan perikanan tadi.
"Tentu, tidak cukup dengan berjalan. Kita harus berlari bahkan melompat untuk mengejar peningkatan produktivitas dan nilai tambah dari produk agriculture dan aquaculture di Tanah Air," ucap Menteri Teten.
MenKopUKM meyakini, pada sektor agriculture dan aquacutlure yang didukung inovasi dan teknologi akan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dan lebih berkualitas ke depan.
"Penyediaan lapangan pekerjaan berkualitas inilah yang menjadi perhatian kami dengan memperbaiki ekosistem usaha pertanian dan perikanan di Tanah Air, agar lebih punya daya saing dan berkelanjutan" kata MenKopUKM.
Inovasi dan Riset
Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran Prof Dr Rina Indiastuti menyatakan bahwa pihaknya sudah banyak melakukan inovasi dan riset pertanian berlandaskan pada kearifan lokal produk Jawa Barat. "Misalnya, kolaborasi antara mahasiswa dan dosen sudah banyak menghasilkan produk pertanian berbasis teknologi dan riset," kata Prof Rina.
Selain menghasilkan produk pertanian, kata Prof Rina, Unpad juga melakukan hilirisasi riset dalam menciptakan produk berbasis pangan untuk anti stunting. "Kita juga menumbuhkembangkan agro ekosistem yang inklusif dan berbasis pertanian, memperkuat peran dan bisnis UMKM, serta memdukung kedaulatan pangan melalui eksplorasi berbagai sumber karbohidrat," ucap Rina.
Ketua Agri Summit 2024 Lewi Cuaca menambahkan, salah satu langkah konkret yang diusung dalam Agri Summit 2024 adalah pengembangan pangan lokal, khususnya sukun dan ubi jalar, sebagai sumber karbohidrat alternatif. Usaha ini melibatkan pengembangan varietas unggul, kesesuaian penanaman, hingga hilirisasi produk pangan yang menarik konsumen.
Agri Summit 2024 juga menggelar Market Connect UMKM Pertanian, yang dirancang untuk menghubungkan pelaku UMKM sektor pertanian dengan pasar domestik dan internasional. "Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas akses UMKM ke peluang bisnis yang lebih luas, meningkatkan jaringan pemasaran, serta memperkuat kapasitas mereka dalam bersaing di pasar global," ujar Lewi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)
.jpg)





.jpg)






