- Bukti Peran Aktif Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Wujudkan Lingkungan Aman.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Hari Pramuka ke-65, Dandim 0506/Tgr Hadiri Upacara Kwarcab Tangsel.
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
Maryono: Mitigasi Risiko Sejak Dini adalah Langkah Nyata Implementasi Good Governance

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui penguatan kapasitas pengelolaan risiko pada perencanaan dan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Risiko Program APBD Tahun 2025, yang diikuti oleh para Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bidang, Kasubag Perencanaan, serta perwakilan kecamatan se-Kota Tangerang.
Dalam sambutannya, Maryono, menegaskan bahwa pengelolaan risiko yang efektif merupakan elemen penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih (good governance).
Baca Lainnya :
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
“Salah satu upaya preventif untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau praktik korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan adalah dengan memperkuat pengelolaan risiko secara terstruktur dan sistematis,” ujarnya.
Ia menambahkan, identifikasi, analisis, serta mitigasi risiko secara dini akan mempermudah proses pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan, dengan prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi.
“Dokumen hasil pengelolaan risiko ini bukan hanya sebagai alat evaluasi, melainkan juga sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, hingga peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan,” lanjut Maryono.
Diakhir sambutannya, Maryono, mengajak seluruh perangkat daerah untuk lebih proaktif dan bertanggung jawab dalam memastikan anggaran daerah dikelola secara optimal.
“Kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap rupiah yang digunakan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Pengelolaan risiko yang baik akan menjadi fondasi utama agar setiap program berjalan tepat sasaran, sesuai rencana, dan berdampak positif bagi kesejahteraan warga Kota Tangerang,” pungkasnya. ** (Jhn)









.jpg)





