Breaking News
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Konflik di Desa Wadas Mencoreng Prestasi Kapolri

MEGAPOLITANPOS.COM: Opini Warga-Konflik antara aparat gabungan TNI dan Polri dengan warga di Desa Wadas , Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah menjadi sorotan publik nasional. Selasa (8/2/2022), banyak beredar video di media sosial ratusan petugas dengan senjata lengkap datang ke Desa Wadas mengejar warga hingga ke hutan dengan anjing pelacak. Dari video tersebut, sejumlah warga ditangkap dan di pukuli oleh oknum Polisi karena menolak pembangunan proyek bendungan Bener membutuhkan pasokan batuan andesit sebagai material konstruksi. Oleh pemerintah, kebutuhan batu ini diambil dari Desa Wadas yang di anggap merusak oleh warga desa merusak sumber mata air yang jadi penghidupan warga turun - temurun. Tindakan Polda Jateng & Polres Purworejo dalam penindakan dan penanganan masyarakat tidak sesuai dengan konsep 'PRESISI' sebagaimana arahan Kapolri Sigit Prabowo. Itu masyarakat kecil bukan musuh atau teroris, penanganan terlalu berlebihan mengejar sampai ke hutan dengan anjing pelacak seperti penjahat, mereka menyuarakan dan membela sumber kehidupannya. Warga merasa terganggu di rampas hak hidupnya kalau dengan menggunakan cara-cara seperti itu. Harus dengan mediasi damai dan dialog serta musyawarah semua bisa di selesaikan sesuai sila pancasila Perlu adanya penindakan tegas terhadap Kapolda Jateng kapolres Purworejo. meminta kapolri untuk memeriksa dan menindaklanjuti kejadian itu, pasti ada prosesur penanganan yang tidak sesiai dengan yang biasa disebut tegas dan terukur, ini bukan penanganan tegas dan terukur sudah kebablasan namanya. Mestinya kepolisian bisa lakukan upaya soft approac, membangun komunikasi yang lembut dengan upaya sosialisasinya dimassifkan. "Cara-cara kekerasan seperti itu mencoreng prestasi pak Sigit yang berupaya keras menjadikan polisi sebagai lembaga yang di percaya publik selama 1 tahun terakhir. Kami mendesak Kapolri memecat Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Purworejo yang telah membuat malu Kapolri dan mencoreng citra baik Polri di mata warga di tengah upaya keras Kapolri mereformasi kepolisian. Penulis: Eri Roffi Wakil Ketua Umum PP GPII

















