Breaking News
- RSUD Majalengka Borong Penghargaan Nasional, Direktur Terbaik
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Kakek Mujiran Resmi Bebas, PTPN I Tegaskan Komitmen BUMN Humanis
- Keluhan Pasien Meningkat, DPRD dan Pemkab Barito Utara Evaluasi Layanan RSUD dan BPJS
- Polemik Jabatan Ketua KONI Kota Blitar, Ini Kata Hendi Priono
- Pemerintah Siapkan 34 Aglomerasi Waste to Electricity, Depok dan Bogor Jadi Prioritas Pengolahan Sampah Modern
- Loyalitas Nasabah Diganjar Hadiah Mewah, BNI Kembali Hadirkan Rejeki wondr 2026
- Kementan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran Melalui Digitalisasi Data Petani
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
Komedian FF Ditetapkan Tersangka Penyalahguna Tembakau Sintetis

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Polisi menetapkan Fico Facriza (FF), komedian nasional sebagai tersangka tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis tembakau sintetis. "Kita amankan dan kita tetapkan sebagai tersangka adalah Fico Fachriza," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jum'at (14/2022). Penetapan tersangka itu, lanjut Zulpan, berdasarkan alat bukti yang didapat penyidik dari hasil penangkapan dan pemeriksaan urine. "Ada barbuk (barang bukti) diamankan dan hasil tes urine," ungkap Zulpan menambahkan. Zulpan menjelaskan dari hasil pemeriksaan, Fico mengaku mengonsumsi barang haram tersebut sejak 2016. Sebelumnya diberitakan, FF ditangkap Ditresnarkoba Polda Metro Jaya di kediamannya, Pancoran Mas Depok pada Kamis (13/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Dari penangkapan itu, polisi menemukan barang bukti narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat 1,45 gram. "Dari proses penangkapan, tersangka masih dalam pengaruh terhadap tembakau sintetis ini," kata Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Donny Alexander, menambahkan. Atas perbuatannya, FF komedian jebolan Stand Up komedi ini dijerat Pasal 112 Ayat (1) subsider Pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun, paling lama 12 tahun.(Anton)

















