- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
Ketua DPRD Kab.Blitar Sampaikan Alasan Boikot Rapat Perubahan KUA- PPAS tahun 2022

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kab.Blitar Suwito
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- Dua kali rapat paripurna pembahasan atas Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara KUA-PPAS tidak quorum karena fraksi PDI Perjuangan yang memiliki 19 kursi tetap tidak hadir pada rapat paripurna pertama dan ke dua alasannya selama dua pemerintahan bupati sekarang dinilai visi misinya tidak berjalan, hal ini dikemukakan Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto Selasa (16/08/2022).
"Kenapa Fraksi PDI P sampai rapat ke dua tidak hadir, itu karena sampai saat ini Fraksi PDIP belum melihat Perubahan dari yang diajukan eksekutif, sedangkan kita sangat berharap ada komunikasi, misal pengentasan kemiskinan itu riil implementasinya seperti apa, ada berapa warga miskin, dan bagaimana penyelesaiannya Pemerintah dalam visi misi Bupati kan sudah menyampaikan serta RPJM kan sudah ada,” ungkapnya.
Masih ujar Suwito yang didampingi Sugeng Suroso Ketua fraksi menyebut, Eksekutif misal berbicara soal kesehatan, Stunting, pemulihan ekonomi, pengangguran, dan lapangan kerja ini juga dianggap tidak tegas.
Baca Lainnya :
- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Aliansi Blitar Bersatu Bakal Gelar Tandingan Apel Akbar Dukung Program MBG
dari PDIP belum melihat urgensinya nya Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), dan perubahan anggaran ini untuk kepentingan pengentasan kemiskinan, pengangguran, pemulihan ekonomi, dan pelayanan kesehatan menekan stunting itu yang tidak signifikan.
Pihaknya berpendapat jangan semua itu dilakukan menjadi kebiasaan yang tidak bagus PAK dilakukan hanya kejar waktu saja, Dewan juga harus tahu semua subtansi dan tujuannya seperti apa.
“Kami sebenarnya sangat mengharapkan adanya kejelasan terkait hal itu secara signifikan, ini kesannya semrawut, bagaimana tupoksi TAPD dengan TP2ID, yang itu ranah rumah tangga Bupati.
"Kita jelaskan kalau Tim Anggaran Pemerintah Daerah TAPD fungsinya ya sebagai tim anggaran pemerintah daerah. Bupati menugaskan TAPD itu untuk menjembatani, keputusan politik itu menjadi keputusan program teknis yang akan dilakukan OPD. Jadi ada jembatan politisnya, makanya TAPD ini untuk menterjemahkan kemauan politik Bupati menjadi sebuah program-program, sehingga bisa jalan beriringan,"tandas Suwito
Bila hal ini kaitkan dengan dua agenda rapat paripurna yang tidak quorum, pihaknya menyatakan sampai detik ini PDIP belum melihat itu frame kebijakan Bupati masih perlu pembahasan lagi di internal eksekutif sebelum di paripurnakan.
" Inilah kebijakan yang muaranya sangat besar dirasakan oleh masyarakat, sehingga antara kemauan politik bisa diterjemahkan menjadi program oleh TAPD. Sedangkan TP2ID itu di bentuk untuk memberi saran kepada Bupati, bukan kepada Dewan, ini keliru.Dari pada nanti Paripurna tidak quorum lagi, silahkan dijadwal internal di eksekutif dulu agar semua program visi misi terukur dan terarah secara masif karena kalau tidak quorum tentu akan menjadi banyak penafsiran miring,"pungkasnya.(za/mp)
















