- Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi.
- Hadiri Bayan Run 2026, Marsdya TNI Muzafar Gaungkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Kaltim.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
KemenKopUKM dan Jepang Kembangkan Kemitraan di Sektor Ekonomi Hijau

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Yulius
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) dan Kurokawa Laboratory asal Jepang mengembangkan kemitraan di sektor ekonomi hijau dengan memperkenalkan kompor inovatif ramah lingkungan kepada para pelaku UMKM dan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Lebak dan Pandeglang, Banten, pada 26-27 Agustus 2024.
"Inisiatif Kurokawa Laboratory ini sangat baik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat rural tentang kesehatan mereka dan membuka peluang untuk pengembangan sektor Green Economy di kalangan UMKM," ucap Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Yulius, dalam keterangan resmi di Jakarta, hari ini (28/8).
Pada tahap sosialisasi tersebut, dipaparkan terkait bahaya asap memasak yang dihasilkan dari tungku tradisional yang masih banyak menggunakan tungku tradisional berbahan bakar kayu. Penggunaan tungku tradisional untuk sekali memasak, asapnya setara dengan menghisap 4000 batang rokok, sebuah fakta yang mengancam kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- KemenUMKM Tegaskan SMESCO sebagai Rumah UMKM dengan Beragam Layanan Terpadu
- Kemenkop–Apdesi Merah Putih Sepakat Bangun 80 Ribu Kopdes, Target Rampung Maret 2026
Masyarakat dan pelaku UMKM dalam program tersebut diperkenalkan dengan tungku memasak inovatif yang menggunakan pelet berbahan sekam padi, yang mampu mengurangi emisi asap hingga 80 persen.
Oleh karena itu, pengenalan tungku ramah lingkungan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kesehatan serta membantu melindungi lapisan ozon.
Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Bagus Rachman, dalam kick off meeting di PLUT-KUMKM Banten, menambahkan bahwa pentingnya mendorong pengembangan inovasi ini agar manfaat ekonominya lebih luas dirasakan masyarakat.
“Penerapan tungku ramah lingkungan ini dalam industri rumah tangga memiliki potensi yang besar,” ucap Bagus.
Sementara itu, Prof Motohiro Kurokawa dari Kurokawa Laboratory menjelaskan bahwa inovasi tungku yang diperkenalkan ini dapat mengurangi potensi kematian akibat asap serta mempermudah proses memasak di masyarakat rural.
"Penggunaan pelet sebagai bahan bakar, lebih praktis dan tidak memerlukan pemotongan seperti kayu bakar. Ini diharapkan menjadi solusi yang lebih sehat dan efisien," ujar Motohiro.
Dalam acara ini, tim gabungan dari Kurokawa Laboratory yang terdiri dari 7 mahasiswa dari Takasaki City University, Jepang, serta tim dari KemenkopUKM dan PLUT-KUMKM, mengunjungi Koperasi Create Handycraft Innovation Product (CHIP) di Pandeglang. Kunjungan itu untuk menjajaki potensi kemitraan rantai pasok di sektor ekonomi hijau. Ini menjadi langkah awal dalam memproduksi tungku dan pelet, khusus di Indonesia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)
.jpg)





.jpg)






