- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
- BNI Perkuat Layanan Digital Emerald dan Private lewat wondr by BNI
Kemenhub Imbau Operator dan Awak Transportasi Utamakan Keselamatan pada Arus Balik Lebaran 2026

Keterangan Gambar : Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh operator transportasi di semua moda untuk mengutamakan keselamatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kementerian Perhubungan mengimbau seluruh operator transportasi di semua moda untuk mengutamakan keselamatan dalam menghadapi arus balik Lebaran 2026, melalui memastikan kelaikan operasi sarana dan prasarana, kesiapan awak kendaraan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama, terutama pada periode arus balik yang berpotensi mengalami lonjakan pergerakan masyarakat.
“Kami meminta seluruh operator memastikan armada dalam kondisi laik operasi, mematuhi standar keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca di sepanjang lintasan. Selain itu, kondisi fisik dan kesehatan awak kendaraan harus benar-benar dijaga agar tetap prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Menhub, Senin (23/3) di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Pemerintah Tetapkan Pengemudi Ojol Roda Dua sebagai UMKM
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pelayanan Tetap Buka saat Libur Lebaran, Kantah Kabupaten Indramayu Bantu Pemudik Urus Pertanahan
Menhub juga secara khusus mengingatkan pentingnya pemenuhan ketentuan waktu kerja dan waktu istirahat bagi pengemudi sebagai upaya mencegah kelalahan yang berisiko terhadap keselamatan perjalanan. Pengemudi diimbau untuk beristirahat secara cukup sesuai regulasi, tidak memaksakan diri saat lelah, serta memanfaatkan rest area yang tersedia.
Untuk perjalanan jarak jauh, operator juga wajib memastikan adanya pengemudi cadangan bagi perjalanan dengan waktu tempuh lebih dari 8 Jam atau supir wajib istirahat minimal 1 jam sebelum melanjutkan perjalanan untuk memastikan adanya pergantian pengemudi secara berkala sehingga kondisi tetap optimal selama perjalanan.
Sebagai langkah konkret pengawasan terhadap keselamatan, Kementerian Perhubungan telah melaksanakan rampcheck dan inspeksi secara masif di seluruh moda transportasi. Hingga 23 Maret 2026, sebanyak 60.946 unit kendaran umum moda transportasi darat, 836 kapal telah menjalani uji kelaiklautan sementara pada angkutan penyeberangan sebanyak 232 kapal telah diperiksa, dengan 91,34% memenuhi standar. Untuk transportasi udara, tercatat 372 armada pesawat dalam kondisi serviceable dari total 564 unit (65,9%), dan pada sektor perkeretaapian sebanyak 3.679 sarana telah dilakukan rampcheck dengan tingkat kelaikan mencapai 99,78%. Data ini menunjukkan kesiapan sarana transportasi dalam melayani arus balik dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Kementerian Perhubungan juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi terkini terkait kondisi arus balik melalui kanal resmi pemerintah, termasuk perkembangan lalu lintas dan operasional transportasi di berbagai simpul perjalanan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari BMKG sebagai dasar perencanaan perjalanan, untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Kementerian Perhubungan terus memperkuat koordinasi lintas sektor bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran arus balik.
“Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, operator, dan masyarakat, diharapkan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman,” kata Menhub.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)










