- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Belajar Sampaikan Aspirasi, Siswa SMPIT Nurul Fikri Datangi DPRD Kota Bogor
- Hadiri Job Fair 2026, Komisi IV DPRD Bogor Dorong Penurunan Pengangguran
- Tak Berizin, DPRD Kota Bogor Minta Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
Hingga Hari Ini, Sebanyak 30 PMI Asal Jawa Barat Dipulangkan Ke Indonesia

Keterangan Gambar : Foto Istimewa : PMI asal jabar (net)
MEGAPOLITANPOS.COM Jawa Barat,- Sebanyak 30 orang lebih Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Barat telah berhasil dipulangkan ke Tanah Air dari Sudan, untuk diantarkan ke tempatnya masing-masing.
"Dari yang dipulangkan kemarin dari kloter pertama 80 orang itu yang PMI ini hanya 10 orang, kloter kedua dari 90 orang itu ada 15 orang, sisanya 9 orang dan mungkin hari ini atau besok," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, di Kota Bandung. Dikutip dari antara.com. Kamis, (04/05/2023)
Dia menjelaskan sudah ada empat kloter PMI asal Jawa Barat yang dipulangkan ke Indonesia dan khusus Jawa Barat ada di tiga kloter di antaranya yang sudah jemput di Asrama Haji Bekasi.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
"Itu sebagian besar bukan PMI tapi itu pelajar mahasiswa," katanya.
Menurut Taufik, untuk penjemputan PMI, pihak sudah kerja sama dengan dinas kabupaten kota namun ada juga yang pulang mandiri dan ada yang dijemput keluarganya.
"Ada juga yang diantar sama pemerintah daerah. Tapi untuk daerah selatan kita bawa ke shelter dinas sosial kita lalu dijemput keluarga maupun dijemput kota kabupaten," katanya.
Dia mengatakan, para PMI asal Jawa Barat yang bekerja di Sudan kebanyakan pekerja rumahan dan tenaga pengajar. Hingga saat ini, kata Taufik, pihaknya belum menerima permintaan dari wilayah-wilayah yang dekat dengan lokasi konflik untuk dipulangkan.
"Dan untuk WNI lain kami masih menunggu karena selama ini kami menerima informasi dari Kementerian Sosial dan Jawa Barat melalui badan penghubung kita di sana sehingga pada saat datang, WNI diserahkan pada daerah masing-masing. Sampai saat ini baru itu saja yang kami terima," kata dia. ** (Agit)

















