- Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber
- Pengurus Baru KONI Ajukan Pinjaman Gedung Sekretariat ke Pemkot Blitar
- Menteri PU Dody: 222 Dapur MBG - SPPG di Daerah 3T Sudah Dibangun
- Pemikiran Bung Karno Suri Tauladan Bangsa dan Generasi Muda
- Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan Tak Dipangkas, Resmikan Gedung Baru Puskesmas Matraman
- Perkuat Akses dan Ketahanan Wilayah, Danramil 01/Tln Lakukan Pembangunan Jembatan Garuda
- Koramil 07/Pda Bersama DLH Lakukan Aksi Bersih Lingkungan Di Perigi Baru
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Jaga Keamanan dan Ketertiban Wilayah
- Hadiri Milad ke-26 YASPIDA, Menteri Nusron: Santri Harus Siap Menjadi Ulama, Teknokrat, dan Pemimpin Bangsa
- Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota
Hearing Jembatan Lahei, Nurul Anwar Tekankan Aspek Pemerataan

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, H Nurul Anwar menyampaikan sejumlah pendapat dan saran dalam hearing rencana pembangunan Jembatan Lahei bersama DPRD, Pemerintah Kabupaten Barito Utara, serta pihak konsultan FS (Feasibility Study/Studi Kelayakan), Senin (18/05/2026).
Dalam rapat tersebut, H Nurul Anwar menyoroti pentingnya pemerataan manfaat pembangunan jembatan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Lahei dan Lahei Barat.
Baca Lainnya :
- Kurangi Kiriman ke Bantar Gebang, Kelurahan Cawang Terapkan Pengolahan Sampah dari Sumber
- Pengurus Baru KONI Ajukan Pinjaman Gedung Sekretariat ke Pemkot Blitar
- Menteri PU Dody: 222 Dapur MBG - SPPG di Daerah 3T Sudah Dibangun
- Pemikiran Bung Karno Suri Tauladan Bangsa dan Generasi Muda
- Pramono Anung Pastikan Anggaran Kesehatan Tak Dipangkas, Resmikan Gedung Baru Puskesmas Matraman
“Kami mungkin lebih kepada persoalan pemerataan saja, di mana kita menempatkan letak jembatan tersebut,” ujarnya.
Ia berharap penentuan titik alternatif pembangunan Jembatan Lahei nantinya benar-benar mempertimbangkan kepentingan seluruh masyarakat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh warga di dua wilayah tersebut.
“Terkait titik alternatif penempatan Jembatan Lahei, kami berharap masyarakat baik Lahei Barat maupun Lahei bisa sama-sama menikmati. Karena kelihatannya selama ini titik jembatan itu lebih dominan di Lahei, sementara desa-desa di Lahei Barat belum terakomodir,” katanya.
Menurut Nurul Anwar, pembangunan infrastruktur strategis seperti jembatan tidak hanya dilihat dari sisi teknis semata, namun juga harus memperhatikan dampak sosial dan pemerataan akses masyarakat.
Ia juga mengusulkan agar anggota DPRD turut dilibatkan dalam peninjauan lapangan guna melihat langsung kondisi lokasi dan titik rencana pembangunan jembatan.
“Ini saran saja, apakah nanti anggota dewan juga dilibatkan untuk turun ke lapangan melihat pastinya seperti apa titik jembatan itu dan di mana lokasinya. Yang kita mau, desa pengguna akses tersebut sama-sama nyaman,” ungkapnya.
Selain itu, ia meminta tim teknis dan konsultan FS Jembatan turut mempertimbangkan aspek sosiologis masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah Lahei Barat agar tidak merasa terpinggirkan dalam pembangunan tersebut.
“Mohon tim teknis juga mempertimbangkan aspek sosiologis untuk masyarakat di Lahei Barat,” tandasnya.
Melalui hearing tersebut, DPRD berharap proses perencanaan pembangunan Jembatan Lahei dapat dilakukan secara matang, transparan, serta mengedepankan kepentingan seluruh masyarakat Barito Utara.
(A)



.jpg)













