- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
- Wali Kota Blitar ; Sekolah Rakyat Terpadu 2 Membuka Harapan Baru Pendidikan Layak dan Memadai
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Teken Kesepakatan KUA-PPAS 2027 Legislatif dan Eksekutif Dorong Percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
GPMN, Puan Pembawa Peradaban Cocok Capres Koalisi Besar
Hanya Puan Maharani dengan segala track record dan Kapasitas kepemimpinan yang pernah di eksekutif dan legislatif bisa menjadi alternatif calon

Keterangan Gambar : Sekretaris Jenderal Gema perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Ali Nugroho
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Sekretaris Jenderal Gema perjuangan Maharani Nusantara (GPMN) Ali Nugroho mengatakan bahwa Puan Maharani figur yang cocok dijadikan bacapres dari koalisi besar. Meski dikursus penyamaan visi dan misi akan menjadi pembahasan panjang dalam penyelarasan persepsi.
"Tidak ada satu partaipun yang menolak Indonesia menjadi negara ekonomi terbesar keempat di dunia. Ekosistem negara telah tercipta menuju ke arah sana. Oleh karenanya, koalisi besar partai adalah keniscayaan demokrasi untuk menjaga stabilitas negara." kata Ali dalam seri diskusi publik dengan Tema 'Koalisi Besar Terbentuk Sapa Capresnya?' Di markas Bara Api. Jakarta. 10 April 2023.
Menurut Ali, terbentuk ekosistem negara dengan menarik investasi sebesar-besarnya dalam meningkatkan sumber pendapatan negara dari segala jenis pajak, harus berbanding lurus dalam mengatasi pengangguran di Indonesia.
"Jangan sampai poros Koalisi partai-partai hanya terjebak soal jargon-jargon politik tanpa ada tawaran yang dapat mencengangkan publik mengenai suatu konsep kejayaan Republik ini menyambut 100 tahun kemerdekaan Indonesia." ujarnya.
Ali meyakini pengerucutan mengenai siapa nama capres dari koalisi besar pada saat momentumnya tiba akan diumumkan koalisi besar. Namun yang penting menjadi catatan kami, dalam memilih capres adalah diferensiasi karakteristik ketokohan dan yang mampu menjalankan 'tongkat estapet' kepemimpinan presiden Joko Widodo menuju Indinesia Maju dengan peradaban Baru.
"Hanya Puan Maharani dengan segala track record dan Kapasitas kepemimpinan yang pernah di eksekutif dan legislatif bisa menjadi alternatif calon. Ditengah hingar bingar kemajuan indonesia tanpa sentuhan 'Rasa' pemimpin perempuan rakyat akan hambar atau terasing dari pemimpinnya. 'Seperti Sayur Lodeh Tanpa Bumbu Rempah.'" ungkapnya.
Ditambahkan Ali, Puan Maharani telah memiliki konsep penciptaan ekosistem baru dalam menghapus penganguran agar kemajuan Indonesia selaras dalam pencapaian Kemakmuran dan kesejahteraan.
"Trigernya telah dimulai, akan disuguhkan kepada rakyat bila dipilih. Itu tidak dimiliki calon kandidat partai lain. Konsepnya. Tunggu saja. Coming Soon." pungkasnya.

.jpg)

.jpg)






.jpg)






