- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
Dr. Romo H R Muhammad Sambangi Ponpes Al Mizan Jatiwangi, Tokoh Ulama Bersilaturahmi

MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H.R. Muhammad Syafii, Sabtu (22/2/2025) siang, menyambangi Ponpes Al Mizan, Jatiwangi, Majalengka. Kunjungan Romo Syafii, begitu ia biasa disapa, dilakukan untuk bersilaturahmi bersama ratusan ulama dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh ulama dari Majalengka, Sumedang, Subang, Cirebon, dan Bandung. Di antaranya Anggota Komisi VIII DPR RI Dr. KH Maman Imanulhaq, MM, Mudir Jatman NU, KH Abdul Rasyid, Anggota DPRD Majalengka, KH. DR. Juhana Zulfan, dan Ade Duryawan.
Turut hadir Ketua Fatayat Kabupaten Majalengka, Ibu Nyai Hj Upik Rofiqoh, Ketua Yayasan Al Mizan Asep Zaenal Aripin, serta Komunitas Odesa Bandung yang dipimpin oleh Faiz Mansur.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Dalam sambutannya, Kiai Maman menekankan pentingnya penguatan kelembagaan yang mengatur eksistensi pesantren, salah satu kebijakan yang diperlukan yakni pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.
Menurut Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, pesantren memiliki peran sentral dalam pendidikan keagamaan dan pembangunan karakter bangsa, sehingga diperlukan perhatian lebih dari pemerintah dalam bentuk kelembagaan yang khusus menangani pesantren.
"Pesantren adalah institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia yang telah terbukti berkontribusi besar dalam mencetak generasi Muslim yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing. Oleh karena itu, sudah saatnya Kementerian Agama memiliki Direktorat Jenderal yang fokus pada pengembangan pesantren," ujar Kiai Maman.
Ia mengatakan, dengan adanya Direktorat Jenderal Pesantren, berbagai program pembinaan dan pemberdayaan pesantren dapat lebih terkoordinasi dan terarah. Selain itu, kebijakan terkait pesantren juga bisa lebih komprehensif dalam menjawab tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi era digital dan globalisasi.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H.R. Muhammad Syafii, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia, termasuk pesantren. Menurutnya, sinergi antara ulama, pesantren, dan pemerintah menjadi kunci dalam membangun sistem pendidikan Islam yang lebih baik.
"Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa. Pemerintah selalu mendukung berbagai inisiatif yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan kesejahteraan pesantren," kata Romo Syafii.
Dalam kesempatan ini, para ulama dan tokoh masyarakat juga mendiskusikan berbagai tantangan pesantren ke depan, termasuk perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada pesantren dalam aspek pendanaan, infrastruktur, dan pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan zaman.
Acara ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keberlanjutan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Harapannya, pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak kepada pesantren sebagai pilar pendidikan Islam di Indonesia. ** (Agit)





.jpg)











