- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Lapas Kelas IIA Cibinong Diduga Kelola Fasilitas Mewah Villa untuk Napi
- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
DPRD Barut Dukung Penguatan Bahasa Ibu di Lingkungan Pendidikan

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Program Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang mendorong penggunaan bahasa daerah (bahasa ibu) di lingkungan sekolah mendapat apresiasi penuh dari Anggota DPRD Barito Utara, Hasrat. Menurutnya, langkah ini bukan hanya kebijakan pendidikan, tetapi juga upaya strategis menjaga identitas dan warisan budaya daerah.
Hasrat menilai penggunaan bahasa daerah sejak dini akan memperkuat jati diri generasi muda sekaligus memastikan kekayaan budaya Barito Utara tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
"Bahasa daerah adalah pondasi budaya. Jika anak-anak terbiasa mendengar dan menggunakannya di sekolah, maka kita telah ikut melestarikan warisan leluhur,” ujarnya, Rabu ( 19/11/2025)
Baca Lainnya :
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan terstruktur, termasuk melalui kurikulum muatan lokal, kegiatan literasi, hingga pembiasaan harian. Selain itu, ia mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tokoh adat agar pelestarian bahasa daerah dapat berjalan lebih optimal.
“Dukungan semua pihak sangat penting. Ini bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga agar bahasa daerah tetap hidup,” tambahnya.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Barito Utara dalam memperkuat karakter lokal sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap budaya kepada generasi muda.
Dengan dukungan legislatif, implementasi kebijakan diharapkan berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan
(A)



.jpg)




.jpg)







