- Agen46 BNI Hadir di Kota Bima, Permudah Transaksi Warga hingga Pelaku UMKM
- Pemkot Blitar Pecat Ratusan Tenaga PHL, Mendapat Tanggapan Ketua DPRD
- Pemkab Barito Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Nihan Hilir
- Ketua Baznas Sumedang H Ayi Jelaskan Hasil Silatuhrahmi Kelembagaan dengan Baznas Jabar
- Dengar Langsung Persoalan Layanan di Lapangan, Menteri Nusron Kumpulkan Sejumlah Kepala Kantor Pertanahan di Jawa Barat
- Nekat Curi Baut KA, Pemuda Asal Kalimantan dibekuk Polisi
- Resmi Hibah Aset Perumdam TKR Perpipaan Sambungan Langganan Sudah Jadi Tangung Jawab Perumda TB Kota Tangerang
- Jaga Situasi Kamtibmas, Kodim 0506/Tgr Patroli Malam/Siskamling
- Menanam Masa Depan: Aksi Koramil 08 Pamulang Hijaukan Gerbang Emas
- Masih Pegang Girik di 2026? Kementerian ATR/BPN Imbau Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Buntut Kekesalan, Warga Bintang Ngaringan Ancam Blokade Akses Jalan Kandang CV. Bumi Indah

Keterangan Gambar : Buntut Kekesalan, Warga Bintang Ngaringan Ancam Blokade Akses Jalan Kandang CV. Bumi Indah
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Buntut kekesalan Warga Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, sepakat akan siap melakukan blokade akses jalan ke kandang ayam milik CV. Bumi Indah, pasalnya pihak pengusaha tak menggubris protes warga lantaran bau menyengat pengolahan limbah kotoran tahi ayam oleh CV Bumi Indah.
Tak main main warga terdampak akan blokade jalan, kemarahan mereka bukan beralasan, warga sudah menempuh melalui lembaga perwakilan rakyat ( DPRD Kabupaten Blitar komisi III. Red ) namun nyatanya hingga sekarang aspirasi warga setempat belum ada hasil yang nyata terbukti CV. Bumi Indah selaku pemilik kandang ayam berbau itu masih beroperasi, agar dilakukan tindak lanjut dan menyusahkan masyarakat.
Warga menilai pengelola peternakan terkesan abai dan tidak memiliki itikad baik. Kesepakatan yang pernah dibuat dalam sejumlah pertemuan disebut hanya berhenti di atas kertas, tanpa tindakan nyata di lapangan.
Baca Lainnya :
- Pemkot Blitar Pecat Ratusan Tenaga PHL, Mendapat Tanggapan Ketua DPRD
- Ketua Baznas Sumedang H Ayi Jelaskan Hasil Silatuhrahmi Kelembagaan dengan Baznas Jabar
- Nekat Curi Baut KA, Pemuda Asal Kalimantan dibekuk Polisi
- Resmi Hibah Aset Perumdam TKR Perpipaan Sambungan Langganan Sudah Jadi Tangung Jawab Perumda TB Kota Tangerang
- Penegakan Hukum di KPK dan Kejaksaan Disorot, Pengamat Bilang Soal Relasi
“Persoalan ini sudah lama. Tapi tidak pernah ditangani serius, baik oleh pengelola maupun pemerintah daerah,” ungkap salah satu warga RT 03/RW 01, Wahyunianto, Senin (29/12/2025).

Kemudian terkonfirmasi suara mereka diabaikan, warga akhirnya memilih langkah terbuka, dengan memasang spanduk dan poster protes di berbagai titik strategis desa.
Aksi ini direncanakan berlangsung selama satu minggu sebagai bentuk tekanan kepada pengelola peternakan dan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Tidak berhenti di situ, warga menyatakan siap melangkah lebih jauh jika tuntutan tetap tidak digubris.
“Kalau masih tidak diindahkan, kami siap turun aksi besar dan memblokade jalan menuju kandang. Akses ke lokasi akan kami tutup,” tegas Jaka Setiawan.
Aroma tidak sedap yang berasal dari kandang ayam dan pengolahan limbah kotoran ayam itu diklaim warga telah berlangsung lama dan semakin parah. Bau tersebut tercium hampir sepanjang hari pagi, sore, hingga malam, bahkan membuat warga mual, pusing dan sulit beraktivitas.
“Sudah tidak tertahankan lagi. Kami sudah cukup sabar. Hearing sudah berkali-kali, tapi selalu diabaikan bahkan dilanggar oleh pihak peternakan,” tegas Rifai, perwakilan warga setempat.
Perwakilan warga lainnya, Agus Santoso, menegaskan bahwa masyarakat sudah menempuh berbagai cara persuasif. Mulai dari aduan ke pemerintah desa, instansi terkait, hingga hearing bersama pengelola peternakan. Namun, warga menilai semua itu hanya ditanggapi sebatas formalitas.
Menurut warga, rencana blokade jalan ini merupakan bentuk perlawanan terakhir agar penderitaan mereka tidak terus berlarut-larut. Mereka menilai tanpa tindakan tegas pemerintah daerah, keberadaan peternakan tersebut hanya akan terus mengorbankan kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Bumi Indah belum memberikan klarifikasi resmi. Pemerintah Kabupaten Blitar juga belum menyampaikan sikap maupun langkah nyata atas protes warga Desa Ngaringan ini.
Sebelumnya protes warga tersebut sudah di mediasi oleh komisi III dengan melibatkan dinas terkait termasuk mengundang pihak pengusaha.(za/mp)















