- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
Buntut Kekesalan, Warga Bintang Ngaringan Ancam Blokade Akses Jalan Kandang CV. Bumi Indah

Keterangan Gambar : Buntut Kekesalan, Warga Bintang Ngaringan Ancam Blokade Akses Jalan Kandang CV. Bumi Indah
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Buntut kekesalan Warga Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, sepakat akan siap melakukan blokade akses jalan ke kandang ayam milik CV. Bumi Indah, pasalnya pihak pengusaha tak menggubris protes warga lantaran bau menyengat pengolahan limbah kotoran tahi ayam oleh CV Bumi Indah.
Tak main main warga terdampak akan blokade jalan, kemarahan mereka bukan beralasan, warga sudah menempuh melalui lembaga perwakilan rakyat ( DPRD Kabupaten Blitar komisi III. Red ) namun nyatanya hingga sekarang aspirasi warga setempat belum ada hasil yang nyata terbukti CV. Bumi Indah selaku pemilik kandang ayam berbau itu masih beroperasi, agar dilakukan tindak lanjut dan menyusahkan masyarakat.
Warga menilai pengelola peternakan terkesan abai dan tidak memiliki itikad baik. Kesepakatan yang pernah dibuat dalam sejumlah pertemuan disebut hanya berhenti di atas kertas, tanpa tindakan nyata di lapangan.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- Kapolri: Ziarah ke Makam Bung Karno Sebagai Bentuk Penajaman Presisi Polri
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
“Persoalan ini sudah lama. Tapi tidak pernah ditangani serius, baik oleh pengelola maupun pemerintah daerah,” ungkap salah satu warga RT 03/RW 01, Wahyunianto, Senin (29/12/2025).

Kemudian terkonfirmasi suara mereka diabaikan, warga akhirnya memilih langkah terbuka, dengan memasang spanduk dan poster protes di berbagai titik strategis desa.
Aksi ini direncanakan berlangsung selama satu minggu sebagai bentuk tekanan kepada pengelola peternakan dan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Tidak berhenti di situ, warga menyatakan siap melangkah lebih jauh jika tuntutan tetap tidak digubris.
“Kalau masih tidak diindahkan, kami siap turun aksi besar dan memblokade jalan menuju kandang. Akses ke lokasi akan kami tutup,” tegas Jaka Setiawan.
Aroma tidak sedap yang berasal dari kandang ayam dan pengolahan limbah kotoran ayam itu diklaim warga telah berlangsung lama dan semakin parah. Bau tersebut tercium hampir sepanjang hari pagi, sore, hingga malam, bahkan membuat warga mual, pusing dan sulit beraktivitas.
“Sudah tidak tertahankan lagi. Kami sudah cukup sabar. Hearing sudah berkali-kali, tapi selalu diabaikan bahkan dilanggar oleh pihak peternakan,” tegas Rifai, perwakilan warga setempat.
Perwakilan warga lainnya, Agus Santoso, menegaskan bahwa masyarakat sudah menempuh berbagai cara persuasif. Mulai dari aduan ke pemerintah desa, instansi terkait, hingga hearing bersama pengelola peternakan. Namun, warga menilai semua itu hanya ditanggapi sebatas formalitas.
Menurut warga, rencana blokade jalan ini merupakan bentuk perlawanan terakhir agar penderitaan mereka tidak terus berlarut-larut. Mereka menilai tanpa tindakan tegas pemerintah daerah, keberadaan peternakan tersebut hanya akan terus mengorbankan kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Bumi Indah belum memberikan klarifikasi resmi. Pemerintah Kabupaten Blitar juga belum menyampaikan sikap maupun langkah nyata atas protes warga Desa Ngaringan ini.
Sebelumnya protes warga tersebut sudah di mediasi oleh komisi III dengan melibatkan dinas terkait termasuk mengundang pihak pengusaha.(za/mp)
















