- Sambut Tahun Baru Saka 1948, Umat Hindu Tempek Kelapadua Depok Gelar Persembahyangan
- Puspom TNI Merilis 4 Identitas Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
- Penghujung Ramadhan, Forwat Gelar Sarasehan Bukber dan Sodaqoh
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- Babinsa bersama Komduk gelar Patroli Siskamling Jelang Idul Fitri
- Dipenghujung Ramadhan 1447 H, Pemkab Barut Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat, Dalam Nuansa Ramah Tamah Dan Buka Puasa Bersama
- Ribuan Warga Terima Bantuan, Pemkab Barito Utara Salurkan Kartu Huma Betang
- Musrenbang RKPD 2027 di Palangka Raya, Shalahuddin Gaspol Perjuangkan Program Prioritas Barito Utara
- Dewan Adat BAMUS Betawi Gaungkan Persatuan Bangsa Lewat Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan
- Wujud Solidaritas, Ratusan Paket Lebaran Dibagikan untuk Wartawan dan Masyarakat Prasejahtera
Buntut Kekesalan, Warga Bintang Ngaringan Ancam Blokade Akses Jalan Kandang CV. Bumi Indah

Keterangan Gambar : Buntut Kekesalan, Warga Bintang Ngaringan Ancam Blokade Akses Jalan Kandang CV. Bumi Indah
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Buntut kekesalan Warga Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, sepakat akan siap melakukan blokade akses jalan ke kandang ayam milik CV. Bumi Indah, pasalnya pihak pengusaha tak menggubris protes warga lantaran bau menyengat pengolahan limbah kotoran tahi ayam oleh CV Bumi Indah.
Tak main main warga terdampak akan blokade jalan, kemarahan mereka bukan beralasan, warga sudah menempuh melalui lembaga perwakilan rakyat ( DPRD Kabupaten Blitar komisi III. Red ) namun nyatanya hingga sekarang aspirasi warga setempat belum ada hasil yang nyata terbukti CV. Bumi Indah selaku pemilik kandang ayam berbau itu masih beroperasi, agar dilakukan tindak lanjut dan menyusahkan masyarakat.
Warga menilai pengelola peternakan terkesan abai dan tidak memiliki itikad baik. Kesepakatan yang pernah dibuat dalam sejumlah pertemuan disebut hanya berhenti di atas kertas, tanpa tindakan nyata di lapangan.
Baca Lainnya :
- Dinas PUPR Pastikan Tak Ada Jalan Berlubang Jelang Lebaran 1447 Hijriah
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- Wakil Ketua DPC Gerindra: Peran Media Diakui Jembatan Komunikasi Kemasyarakatan Handal.
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
“Persoalan ini sudah lama. Tapi tidak pernah ditangani serius, baik oleh pengelola maupun pemerintah daerah,” ungkap salah satu warga RT 03/RW 01, Wahyunianto, Senin (29/12/2025).

Kemudian terkonfirmasi suara mereka diabaikan, warga akhirnya memilih langkah terbuka, dengan memasang spanduk dan poster protes di berbagai titik strategis desa.
Aksi ini direncanakan berlangsung selama satu minggu sebagai bentuk tekanan kepada pengelola peternakan dan Pemerintah Kabupaten Blitar.
Tidak berhenti di situ, warga menyatakan siap melangkah lebih jauh jika tuntutan tetap tidak digubris.
“Kalau masih tidak diindahkan, kami siap turun aksi besar dan memblokade jalan menuju kandang. Akses ke lokasi akan kami tutup,” tegas Jaka Setiawan.
Aroma tidak sedap yang berasal dari kandang ayam dan pengolahan limbah kotoran ayam itu diklaim warga telah berlangsung lama dan semakin parah. Bau tersebut tercium hampir sepanjang hari pagi, sore, hingga malam, bahkan membuat warga mual, pusing dan sulit beraktivitas.
“Sudah tidak tertahankan lagi. Kami sudah cukup sabar. Hearing sudah berkali-kali, tapi selalu diabaikan bahkan dilanggar oleh pihak peternakan,” tegas Rifai, perwakilan warga setempat.
Perwakilan warga lainnya, Agus Santoso, menegaskan bahwa masyarakat sudah menempuh berbagai cara persuasif. Mulai dari aduan ke pemerintah desa, instansi terkait, hingga hearing bersama pengelola peternakan. Namun, warga menilai semua itu hanya ditanggapi sebatas formalitas.
Menurut warga, rencana blokade jalan ini merupakan bentuk perlawanan terakhir agar penderitaan mereka tidak terus berlarut-larut. Mereka menilai tanpa tindakan tegas pemerintah daerah, keberadaan peternakan tersebut hanya akan terus mengorbankan kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak CV. Bumi Indah belum memberikan klarifikasi resmi. Pemerintah Kabupaten Blitar juga belum menyampaikan sikap maupun langkah nyata atas protes warga Desa Ngaringan ini.
Sebelumnya protes warga tersebut sudah di mediasi oleh komisi III dengan melibatkan dinas terkait termasuk mengundang pihak pengusaha.(za/mp)
















