- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
- Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen
- Silaturahmi ke PDM Depok, Kapolres Christian Rony Putra Ajak Muhammadiyah Perkuat Kamtibmas
- Bursa Wirausaha Unggulan Hadir di Sumut, Kementerian UMKM Buka Akses Pasar dan Pembiayaan
- Dari Jakarta ke Flores, Kemenhub Salurkan Bantuan Korban Gempa Lewat Laut dan Udara
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
BPBD Majalengka Imbau Warga Waspadai Peningkatan Curah Hujan Menjelang Akhir Januari 2026

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim. Rabu, (21/01/2026)
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem seiring adanya peningkatan curah hujan menjelang akhir Januari 2026. Imbauan ini menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Majalengka.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer, baik global maupun regional. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Berdasarkan informasi BMKG, kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat sangat mendukung terbentuknya awan hujan secara masif. Ditambah dengan pengaruh Monsun Asia dan aktivitas gelombang atmosfer, maka risiko cuaca ekstrem di Majalengka perlu diwaspadai bersama,” ujar Agus Tamim, Selasa (21/1/2026).
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Ia menegaskan, BPBD Kabupaten Majalengka telah menyiagakan personel serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah kecamatan, hingga relawan kebencanaan untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak lengah. Warga yang tinggal di sekitar daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan wilayah perbukitan agar lebih waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam durasi lama,” katanya.
Agus Tamim juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi serta melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana di lingkungan masing-masing.
“Bersihkan saluran air di sekitar rumah, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai angin kencang, serta jauhi tiang dan peralatan listrik ketika terjadi hujan petir. Jika terjadi kondisi darurat atau bencana, segera laporkan kepada BPBD melalui call center 0823-4040-0300, atau hotline gratis di 112” tambahnya.
BPBD Kabupaten Majalengka berharap peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga. ** (Agit)





.jpg)











