- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Bank Jakarta Boyong Dua Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
August Hamonangan: Warga Lenteng Agung Minta Tempat Relokasi Pasar Burung Barito Diprioritaskan untuk Pedagang Lokal

Keterangan Gambar : Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta -Polemik seputar relokasi pedagang Pasar Burung Barito yang ikonik di Taman Langsat, Jakarta Selatan (Jaksel), memasuki babak berikutnya dengan dimulainya pembangunan lokasi pengganti di kawasan Lenteng Agung.
Setelah mengawal isu ini dengan mendukung para pedagang Pasar Burung Barito yang ingin tetap tinggal, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, mengungkapkan bahwa warga di sekitar Lenteng Agung berharap tempat berdagang barunya diprioritaskan bagi pedagang-pedagang setempat.
“Ketika saya blusukan ke RW.07 Lenteng Agung di dekat Sentra Fauna sebagai tempat pengganti bagi pedagang-pedagang Pasar Burung Barito, warga setempat rata-rata menyampaikan aspirasi bahwa lokasi tersebut harusnya diperuntukkan bagi pedagang-pedagang yang sudah ada di sana sebelumnya,” katanya.
August menilai bahwa langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam merelokasi pedagang-pedagang dari Pasar Burung Barito itu tergesa-gesa, sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang menjadikan isunya semakin rumit, alih-alih terselesaikan.
“Semakin ke sini, semakin bisa dilihat bahwasanya Pemprov DKI terburu-buru dalam mengambil keputusan yang harusnya dipikirkan secara matang-matang. Bukannya menyelesaikan permasalahan yang ada, pembangunan lokasi pengganti untuk para pedagang di kawasan Lenteng Agung malah menimbulkan permasalahan baru,” sambungnya.
August kembali meminta agar Pemprov DKI Jakarta tidak memaksakan rencana pemindahan para pedagang Pasar Burung Barito ke lokasi baru di Lenteng Agung.
“Sekali lagi kami memohon kepada Pemprov DKI agar tidak memaksakan keinginannya untuk memindahkan para pedagang dari Pasar Burung Barito. Lebih baik, para pedagang dipertahankan saja di tempat yang lama,” tegasnya.
“Kita juga jangan lupa bahwa Pasar Burung Barito ini sejatinya merupakan ikon bagi Jaksel. Selama 45 tahun lebih, tempat ini dikenal oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara. Sangat disayangkan apabila ikon tersebut ‘dibumihanguskan’ hanya karena adanya proyek Taman Bendera Pusaka,” terusnya.
Sekalipun rencana pembangunan Taman Bendera Pusaka di lokasi Taman Langsat yang menjadi alasan relokasi pedagang-pedagang dari Pasar Barito akhirnya tetap dilanjutkan, August mendesak agar Pemprov DKI Jakarta memasukkan para pedagang beserta kiosk-kiosknya ke dalam proses tersebut.
“Apabila pembangunan Taman Bendera Pusaka akhirnya tetap dilanjutkan, maka kami berharap agar pedagang-pedagang di Pasar Burung Barito juga diakomodasi. Harusnya, tetap ada sudut dalam taman yang asri itu untuk menjadi tempat berjualan bagi para pedagang nantinya,” lanjutnya.
“Jangan sampai pembangunan ini malah menyingkirkan para pedagang dan tidak mempertimbangkan aspek-aspek kemanusiaan, terutama di tengah-tengah kesulitan ekonomi yang dengan sendirinya itu sudah membuat sulit para pedagang untuk berjualan,” tutupnya.
















