- STORY OPERASI SENYAP - OFFICIAL SUPREME FINAL): KEBANGKITAN SANG PREDATOR DIGITAL BER-BNSP, DARI TARUHAN NYAWA MENANTANG HANTU DI SUNGAI REREKET HINGGA TAKTHA LEVEL 10 GOOGLE MAPS
- Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat
- Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN
- Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan
- Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar : MBG Nyata Tumbuhkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja Baru
- Jalin Silaturahmi Dan Kerjasama Bupati HSU Kunjungi Pemkab Barito Utara
- PRSI-IESPA-KOMDIGI Resmi Berkolaborasi, Perkuat Ekosistem Robotika dan Esports Nasional
- Dugaan Persekusi, Keluarga Baharudin Ahmad Minta Hukum Ditegakkan
- Lingkungan Kerja Unggul dan Adaptif, BNI Kembali Raih Pengakuan Internasional dari HR Asia
- Regenerasi PBSI Membuahkan Hasil, Dua Pasangan Muda Indonesia Curi Perhatian Dunia
Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar : MBG Nyata Tumbuhkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja Baru
Buka Lapangan Kerja Baru

Keterangan Gambar : MBG Nyata Tumbuhkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja Baru
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sejumlah kalangan masyarakat kususnya para pelaku UMKM seperti Blitar sangat merespon positif adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, umumnya mereka menilai MBG telah berkontribusi besar dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat di tingkat bawah.Seperti diungkapkan sejumlah pedagang dan petani sayur mayur kepada Tan Ngi Hing anggota Komisi I DPRD Kota Blitar.
Pernyataan sejumlah pelaku UMKM ini ketika Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar turun dan mendengarkan langsung ungkapan mereka, Tan Ngi Hing, bersama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta petani lokal yang menjadi pemasok kebutuhan pangan bagi Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Blitar bertatap muka mereka mengaku program MBG sangat menggerakan roda perekonomian luar biasa.
Dalam pertemuan tersebut, Tan Ngi Hing secara khusus menanyakan pandangan para pelaku usaha mengenai keterkaitan program MBG dengan kebijakan pemerintah pusat, serta bagaimana dampak program tersebut terhadap keberlangsungan usaha mereka.
Baca Lainnya :
- STORY OPERASI SENYAP - OFFICIAL SUPREME FINAL): KEBANGKITAN SANG PREDATOR DIGITAL BER-BNSP, DARI TARUHAN NYAWA MENANTANG HANTU DI SUNGAI REREKET HINGGA TAKTHA LEVEL 10 GOOGLE MAPS
- Bicara dalam International Conference on Pesantren 2026, Menteri Nusron Ajak Masyarakat Sertipikatkan Tanah Wakaf untuk Lindungi Aset Umat
- Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN
- Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan
- Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar : MBG Nyata Tumbuhkan Ekonomi dan Buka Lapangan Kerja Baru
Para pelaku usaha yang sebagian besar adalah petani dan pengolah hasil bumi menanggapi sangat positif, bahkan berharap program strategis nasional ini terus berlanjut hingga tahun 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas.
Rega, Salah satu pelaku UMKM dan petani lokal yang telah lama menyuplai hasil pertanian ke SPPG mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
Menurut Rega, permintaan pasokan yang stabil dari program MBG menjadi pendorong utama bagi petani lokal untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil panen. Hal ini secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani.
"Ya tentu saja dengan adanya program makan bergizi dari Pak Prabowo, kami sebagai UMKM serta petani lokal dapat meningkatkan hasil pertanian kita dan meningkatkan perekonomian kita, sehingga harapan petani lokal, agar MBG harus tetap berlanjut ya. Itulah yang menjadi harapan dari petani lokal yang punya tanaman yang bisa disuplai ke MBG dengan hasil yang betul-betul segar untuk anak-anak kita menuju emas tahun 2045," kata Rega.
Lebih lanjut, Rega menjelaskan, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha atau petani utama saja, tetapi telah merambat hingga ke lapisan masyarakat yang paling bawah, termasuk di wilayah pedesaan.
Sementara Haryadi, pesagang ikan segar mengaku, program ini dinilai mampu menggerakkan perputaran ekonomi yang sangat besar, di mana ratusan keluarga kini merasakan dampak positifnya, mulai dari penyediaan bahan baku hingga jasa pengolahan dan pengiriman.
"Dengan adanya MBG ini, kami melihat sangat banyak sekali perputaran ekonomi yang bisa digerakkan oleh pemerintah. Kalau bisa dikatakan, puluhan bahkan ratusan keluarga di pedesaan, di pelosok-pelosok itu, ikut tergerak perekonomiannya, terangkat perekonomiannya dikarenakan ada program ini," jelas Hariyadi
Salah satu indikator nyata keberhasilan program ini dalam menggerakkan ekonomi adalah terbukanya lapangan pekerjaan baru. Kebutuhan pasokan yang besar dan berkelanjutan menuntut keterlibatan banyak tenaga kerja, mulai dari pengolahan bahan pangan sederhana hingga pengangkutan. Pelaku usaha menyebutkan, untuk kebutuhan sekecil apa pun, misalnya penyediaan alat makan atau bahan olahan sederhana, sudah mampu menghidupi banyak keluarga kecil.
"Sekarang item paling kecil saja, kayak tenaga cuci piring, itu yang diberikan itu berapa keluarga kecil bisa mendapatkan manfaatnya. Nah, makanya dari hal-hal kecil ini, misalnya ikan, ikan lele, mele, dan teman-teman nggak mungkin bekerja sendiri. Sampai nanti mengajak teman-teman lainnya untuk bekerja. Itu kan mengurangi pengangguran, itu kan," tandasnya.
Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja ini juga dirasakan langsung oleh usaha yang dikelolanya. Sebelum adanya program MBG, jumlah karyawan yang dibantu dan digaji hanya sekitar satu hingga dua orang. Namun, berkat tinggi














