- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
Aksi Simpatik JRKJ Untuk Pemilu Damai, Tolak Pemilu Curang

Keterangan Gambar : Aksi Damai Jaringan Rakyat Kota Jakarta
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta -Tanggal 14 Februari nanti seluruh rakyat Indonesia akan berbondong-bondong menunju TPS untuk memberikan suaranya kepada DPR, DRPD, DPD, dan Pilpres.
Pemilu 2024 yang merupakan pesta demokrasi rakyat diharapkan berlangsung dengan sejuk dan damai. Namun harapan tersebut dibayang-bayangi oleh akan terjadinya kecurangan dalam pemilu 2024.
Bayang-bayang kecurangan itu sudah terlihat sejak tahapan pemilu dimulai dari pendataan pemilih, dimana ditemukan 50 juta data pemilih fiktif, dirubahnya peraturan syarat umur maju sebagai capres dan cawapres oleh MK yang terbukti melanggar etik hakim konstitusi, tendensi ketidaknetralan TNI/Polri serta kepada daerah, keberpihakan presiden RI kepada salah satu calon, dan terakhir adalah terjadinya pelanggaran kode etik ketua KPU dalam proses penerimaan cawapres Gibran.
Baca Lainnya :
Bayang-bayang ini mengarah kepada kekhawatiran sejumlah pihak terhadap berjalannya pemilu secara curang sehingga berpotensi menimbulkan chaos.
Untuk itu Jaringan Rakyat Kota Jakarta (JRKJ) dalam aksi simpati *"PEMILU DAMAI, TANPA KECURANGAN"*, Selasa, 13 Februari 2024 di KPU RI menyerukan :
1. Menghentikan segala bentuk upaya tendensi kecurangan dalam pelaksanaan pemilu 2024, karena kecurangan dalam pemilu adalah kematian bagi demokrasi di Indonesia.
2. Presiden Joko Widodo untuk dapat memastikan bahwa pemilu 2024 akan berlangsung Jujur dan Adil.
3. Kepada seluruh rakyat Indonesia untuk ikut berperan aktif memastikan pemilu 2024 berjalan tanpa kecurangan dengan ikut mengawasi dan mengawal suara dari mulai TPS, Kelurahan, Kecamatan, KPUD sampai tingkat KPU RI.
Demikian siaran pers JRKJ, hidup demokrasi, Pemilu Dama Tanpa Kecurangan.








.jpg)






