- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Marsiana Muhlis,PAUD Fondasi Utama Pembentukan Karakter dan Kesiapan Belajar Anak
- Ribuan Pengunjung Serbu Jakarta Fair 2026, Penyelenggara Perkuat Pengamanan Area Pameran
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Legalitas dan Sertifikasi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha
Wamenkop Ferry: Piazza Firenze Garut Bisa Menjadi Community Development Lewat Koperasi

Keterangan Gambar : acara Grand Opening Piazza Firenze Garut, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (15/1).
MEGAPOLITANPOS.COM, Garut - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menyebutkan bahwa keberadaan gedung Piazza Firenze Garut yang merupakan wadah branding produk kulit khas Garut, bukan sekadar untuk mengembangkan bisnis, tapi bisa juga untuk mengembangkan community development hingga pemberdayaan masyarakat melalui koperasi

Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Ketua Dewan Pembina PP MES Ma,ruf Amin Lantik Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Periode 2026-2031
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
"Piazza Firenze Garut bukan sekadar tempat bisnis, tetapi juga menjadi katalisator bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat Garut, khususnya melalui sektor koperasi," kata Wamenkop, usai menghadiri acara Grand Opening Piazza Firenze Garut, di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (15/1).
Di acara yang dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, anggota Komisi VI DPR RI Rieke Dyah Pitaloka, dan Bupati Garut periode 2014-2024 Rudy Gunawan, Wamenkop Ferry yakin dengan adanya tempat seperti ini para pelaku koperasi di Garut akan semakin terdorong untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. Sehingga, mereka dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam catatan Wamenkop, dari total 70 ribu ton produk kulit nasional, 25% merupakan produk dari Garut. Di dalamnya, ada sekitar 284 industri penyamakan kulit dan 380 industri non penyamakan (koperasi- koperasi), serta melibatkan lebih dari satu juta orang yang bekerja di industri kulit di Garut ini.
"Oleh karena itu, Kemenkop akan memberikan bantuan alat pengolahan limbah di industri kulit ini. Karena, soal limbah ini sudah menjadi isu strategis di luar negeri. Tujuannya, agar produk kulit kita bisa diterima pasar internasional. Dan kita sudah menemukan teknologinya berharga murah," jelas Wamenkop Ferry.
Selain itu, Wamenkop juga mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM) untuk memberikan perkuatan permodalan bagi Koperasi Artisan Kulit Indonesia sebagai pengelola gedung Piazza Firenze, dalam meningkatkan kualitas produk kulitnya.
"Kemenkop mendapat tambahan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk dikelola LPDB-KUMKM dalam mengembangkan koperasi-koperasi produktif di sektor riil, yang salah satunya adalah Koperasi Artisan Kulit Indonesia," kata Wamenkop Ferry.
Eco-Tourism City
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia Poppy Dharsono menegaskan bahwa langkahnya tidak hanya berhenti pada perbaikan kualitas produk, tapi juga memiliki visi untuk mengangkat Garut sebagai destinasi eco-tourism city.
Untuk itu, Poppy berharap dukungan para tokoh nasional dan para pegiat industri kreatif untuk membangun kembali citra Garut, seperti yang pernah terjadi satu abad lalu saat Garut dikenal sebagai salah satu destinasi favorit selebriti internasional, seperti Charlie Chaplin.
Untuk memperkuat pondasi desain di Piazza Firenze Garut, lanjut Poppy, beberapa perancang kelas dunia juga diundang untuk memberikan pelatihan. Salah satunya adalah Christian, seorang desainer asal Prancis yang pernah bekerja di Hermes dan kini tinggal di Bali.
Kehadirannya diharapkan dapat membimbing para pengrajin lokal untuk menghasilkan produk kulit yang lebih berkualitas dan memiliki ciri khas tersendiri.
Ada juga seorang konsultan yang pernah bekerja di Gucci selama 15 tahun, Rebecca, datang ke Garut untuk berbagi ilmunya dengan para artisan. Rebecca dikenal sebagai sosok yang pertama kali merekrut Tom Ford ke Gucci, dan pengalamannya dianggap berharga untuk membimbing para pengrajin Garut agar siap bersaing di level internasional.
"Piazza Firenze Garut juga menyediakan workshop di lantai dua, tempat di mana pengunjung bisa melihat langsung proses produksi kerajinan kulit," jelas Poppy.
Di tempat ini juga akan digelar berbagai kegiatan edukatif, yang tidak hanya ditujukan untuk pengunjung dewasa, tetapi juga untuk anak-anak sekolah agar mereka lebih mengenal dan mencintai kerajinan kulit sejak dini.
"Berkat sinergi Yayasan Poppy Dharsono, Korem 62 Tarumanagara, dan Spinindo Group, Piazza Firenze Garut menjadi langkah nyata dalam membangun ekonomi Garut," ujar Poppy.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)












