- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
Wamenkop Farida Ajak Gen Z Kembali ke Desa Jadi Penggerak Ekonomi Lewat Kopdes Merah Putih

Keterangan Gambar : Wamenkop Farida Farichah
MEGAPOLITANPOS.COM, Serang, Banten - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak generasi muda, khususnya para mahasiswa kaum Gen Z, untuk memiliki orientasi kembali ke desa asalnya sebagai penggerak ekonomi dan koperasi, hingga mampu menciptakan lapangan kerja.
"Generasi muda ketika kembali ke desa, harus mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan, melalui keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Wamenkop, pada acara Soemitro Fest - Koperasi Goes To Campus di UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH), Kota Serang, Banten, Selasa (24/2/2026).
Wamenkop pun menjabarkan sebuah ironi, di mana seluruh sumber daya alam berada di desa, tapi yang memanfaatkan dan mengelolanya justru orang dari luar desa (kota). "Sedangkan SDM-nya banyak yang ke kota untuk kuliah dan mencari kerja. Adanya Kopdes Merah Putih ini salah satunya untuk menghapus ironi tersebut," ucap Wamenkop.
Baca Lainnya :
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
Menurut Wamenkop, para Gen Z kembali ke desanya bisa melakukan pemetaan terkait potensi yang dimiliki desanya. Misalnya, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan sebagainya. "Para Gen Z bisa menjalankan usaha produktif untuk memberikan nilai tambah dari produk asal desanya," kata Wamenkop.
Misalnya, bila desanya memiliki produk unggulan tomat, maka para Gen Z bisa memproduksi produk turunan lain dari tomat, seperti saus sambal, jus dalam kemasan, dan lainnya.
"Nah, seluruh potensi desa tersebut akan dikonsolidasikan di dalam Kopdes Merah Putih. Lewat Kopdes ini pula akan terbangun jaringan pemasaran produk desa antar wilayah," kata Wamenkop.
Wamenkop meyakini, koperasi yang moderen dan profesional merupakan wadah yang tepat bagi para Gen Z dalam mengekspresikan dirinya. "Anak muda, jangan ragu untuk menjadi anggota koperasi. Jangan ragu untuk berkarya di koperasi. Dan jangan ragu untuk berkarir di koperasi," kata Wamenkop.
Bahkan, Wamenkop menegaskan, koperasi bukan pilihan kedua, bukan tempat singgah sementara. "Koperasi adalah ruang strategis untuk membangun masa depan, bagi diri kalian, bagi masyarakat, dan bagi bangsa Indonesia," tegas Wamenkop.
Melalui koperasi, lanjut Wamenkop, para Gen Z bisa belajar kewirausahaan yang sebenarnya, bukan hanya mengejar keuntungan pribadi, tetapi menciptakan manfaat bersama. Di koperasi, mahasiswa bisa belajar memimpin, bernegosiasi, mengambil keputusan, mengelola risiko, dan membangun kepercayaan. "Ini adalah wadah praktik kepemimpinan yang sangat nyata," kata Wamenkop.
Sementara Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari menambahkan, pihaknya akan terus melakukan kolaborasi dengan banyak perguruan tinggi di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang memiliki banyak sumber daya alam.
"Ini menjadi sebuah inisiatif yang mempertemukan dunia kebijakan, dunia koperasi, dan dunia kampus. Tiga kekuatan yang jika bersatu, mampu mengubah wajah perekonomian bangsa," tegas Destry.
Terlebih lagi, Destry menyebutkan bahwa Kampus adalah tempat lahirnya gagasan, tempat tumbuhnya kepemimpinan, dan tempat ditempanya karakter bangsa. "Di sinilah masa depan Indonesia sedang dibentuk, termasuk masa depan koperasi kita," ucap Destry.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Prof Dr H Muhammad Ishom mengungkapkan bahwa tren dunia saat ini sudah mengarah pada pengembangan koperasi yang demikian pesat.
Rektor UIN mencontohkan di Kanada, dimana 70% penduduknya merupakan anggota koperasi. Begitu juga di Perancis, dimana 35% penduduknya menjadi anggota koperasi, serta 75% sektor produksinya dikuasai koperasi.
"Di Brazil, 34,7% PDB dihasilkan koperasi. Sementara di Kuwait, lebih dari 70% perdagangan ritel dikuasai koperasi," terang Rektor UIN.
Oleh karena itu, Rektor UIN mendorong para mahasiswa untuk bisa menciptakan sesuatu produk yang kemudian dikembangkan dalam wadah koperasi. "Kita akan mendukung Kopdes Merah Putih dan akan terus meningkatkan literasi mahasiswa terkait koperasi. Bahkan, kita bakal segera membentuk Prodi Perkoperasian secara khusus," ujar Rektor UIN.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)


.jpg)




