- BNI Tawarkan SBR015 lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% dan Cashback hingga Rp15 Juta
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Laporan Korps Rapor Kenaikan Pangkat Prajurit: Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab.
Tim 11 Dorong Perda Pemajuan Kebudayaan di Kota Tangerang

Keterangan Gambar : Tim11 saat di gedung DPRD Kota Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Sejumlah aktivis menyuarakan aspirasinya di Gedung DPRD Kota Tangerang pada Rabu (5/10/2022). Mereka yang tergabung dalam Tim 11 ini mendatangi gedung wakil rakyat untuk mendorong terbentuknya Perda Pemajuan Kebudayaan demi masa depan Kota Tangerang. Rombongan diterima oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang Andri S Permana.
Andri menilai Perda ini harus segera dibentuk, jika tidak proses pembangunan di Kota Tangerang hilang arah. Seperti yang terjadi saat ini selama pemerintahan Arief R. Wismansyah - Sachrudin, mereka yang sudah memimpin selama 2 periode tersebut dinilai gagal dalam pembangunan Kota Tangerang. Bahkan disebut memprihatinkan dengan pekerjaan pembangunan yang sudah ada selama ini.
"Ada 2 perspektif yang gagal dimaknai. Anggaran Rp. 29 triliun dari tahun 2014 sudah jadi apa dalam pembangunan Kota Tangerang ini?" ujar Andri.
Baca Lainnya :
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
Menurutnya kalau paradigmanya budaya hanya acara, tidak akan maju. Harus mengubah menjadi budaya non fisik atau perilaku.
"Budaya yang dimaksud adalah segala sendi kebudayaan. Menyangkut pembangunan infrastruktur, jangan sampai hanya sekadar ada kegiatan. Menjadi trigger landasan untuk mengukur indeks pembangunan masyarakat," ucap politisi dari PDI Perjuangan itu.
Seperti diketahui selama pemerintahan Arief R. Wismansyah Pemkot Tangerang kerap menggelar banyak festival. Seperti Festival Cisadane, Festival Al Azhom, Festival Budaya dan lain sebagainya. Namun Andri menyebut kegiatan tersebut hanya sekadar seremoni belaka tanpa adanya arah yang jelas.
"Kalau paradigma kita tidak ubah, budaya harus sebagai penggerak pada perilaku Akhlakul Karimah. Bagaimana budaya menjadi penggerak ekonomi kreatif. Bagaimana budaya menjadi tolak ukur ketepatan penggunaan APBD," kata Andri.
Mukafi Solihin dari Tim 11 mengaku sedih dan terenyuh dengan pembangunan di Kota Tangerang. Terlebih jembatan yang berada di depan Stadion Benteng Reborn. Bangunan tersebut kerap disebut Jembatan Teletabis karena bentuknya menyerupai bukit yang menggelembung.
"Belum melihat keterkaitan pembangunan antar bidang dan divisi. Contoh sederhana taman yang tidak ramah difable dan Jembatan Teletabis itu. Ada 10 pokok kebudayaan bisa menjadi acuan dasar pembangunan. Ruang kebudayaan susah diakses dan bagaimana mendekatkan fasilitas itu dengan masyarakat," ungkap pria yang akrab disapa Miing ini.
Seniman Edi Bonetski pun turut meluapkan kegelisahannya. Bahkan dirinya terlihat emosional begitu menyuarakan aspirasinya ini.
"Kita harus sadar bahwa melahirkan seniman sangat sulit. Kami melihat tidak ada kebaikan dalam berkesenian di Kota Tangerang. Minimal Perda Kebudayaan mengawal semangat kebudayaan," tutur Edi tampak kedua bola matanya berkaca-kaca.
Edi menegaskan Pemkot Tangerang seharusnya tidak hanya membangun fisik tapi juga mental. Gedung Kesenian yang dibangun Arief R. Wismansyah di bilangan Moderland mati suri.
"Ini tidak dijaga oleh festival yang hanya seremoni. Pemerintah Daerah seharusnya merawat orang-orang yang ikhlas melakukan pelestarian kebudayaan," bebernya.
Dalam proses audiensi ini juga turut melibatkan Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Pertamanan Kota Tangerang. Kabid Kebudayaan Sumangku Getar menerangkan mengenai perihal perkembangan penyusunan Raperda tersebut di hadapan Tim 11 yang terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, seniman, dan jurnalis ini.
"Kami siap melakukan komitmen terhadap usulan ini," papar Mangku.(**)








.jpg)







