Setelah di Kudeta Militer, Presiden Gabon Ali Bongo meminta Rakyat Untuk Membuat Keributan

By Achmad Sholeh(Alek) 31 Agu 2023, 00:25:53 WIB Internasional
Setelah di Kudeta Militer, Presiden Gabon Ali Bongo meminta Rakyat Untuk Membuat  Keributan

Keterangan Gambar : Presiden Gabon yang digulingkan, Ali Bongo Ondimba


MEGAPOLITANPOS.COM, Gabon- Presiden Gabon meminta bantuan setelah digulingkan dalam kudeta pertama di negaranya.

Presiden yang digulingkan tersebut meminta warga Gabon untuk ‘membuat keributan’ setelah upaya kudeta.

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden Gabon yang digulingkan, Ali Bongo Ondimba, telah meminta bantuan, beberapa jam setelah ia dijadikan tahanan rumah oleh anggota pengawal presidennya dalam upaya kudeta yang sedang berlangsung pada hari Rabu, (30/08/2023).

Baca Lainnya :

Bongo, yang mengonfirmasi penangkapannya dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan diverifikasi oleh Al Jazeera, menyerukan seruan kepada warga untuk “membuat keributan” setelah upaya kudeta. Dia mengatakan dia berada di istana presiden tetapi istri dan anak-anaknya ada di tempat lain dalam video tersebut.

Para pemimpin kudeta mengatakan keluarga dan dokternya menemaninya di rumahnya. Mereka tidak memberikan rincian apapun tentang kesehatannya.

Koresponden Al Jazeera di Dakar mengatakan orang-orang turun ke jalan di ibu kota Gabon, Libreville, merayakan dan mengibarkan bendera.

Muncul di saluran televisi pemerintah Gabon 24, para perwira yang mengatur kudeta tersebut mengatakan bahwa mereka mewakili seluruh kekuatan keamanan dan pertahanan di negara Afrika Tengah tersebut.

Mereka juga mengatakan hasil pemilu dibatalkan, semua perbatasan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan lembaga-lembaga negara dibubarkan.

Lembaga-lembaga negara yang mereka nyatakan dibubarkan antara lain pemerintah, senat, majelis nasional, mahkamah konstitusi, dan lembaga pemilu.

“Atas nama rakyat Gabon… kami telah memutuskan untuk mempertahankan perdamaian dengan mengakhiri rezim saat ini,” seorang petugas membacakan pernyataan bersama dengan lantang sementara sekitar selusin petugas lainnya berdiri diam di belakangnya dengan mengenakan seragam militer dan baret.

Para prajurit memperkenalkan diri mereka sebagai anggota “Komite Transisi dan Pemulihan Institusi”.(Reporter: Achmad Sholeh).




  • Mahathir Mohamad Terima Sertifikat Apresiasi Asian Inspired Leader dari IWO

    🕔19:50:36, 15 Des 2025
  • Presiden WPO, Bambang Herry Purnomo: Damai Lebih Bermartabat dari Konflik Seadil Apapun

    🕔09:36:21, 15 Nov 2025
  • Wana Dharma Champions 2025: A Showcase of Excellence in Scouting and Drill

    🕔10:47:19, 27 Okt 2025
  • Unlocking Literacy Through Reading Aloud

    🕔13:08:49, 23 Sep 2025
  • International Peace Day: Call for Unity and Global Peace

    🕔19:11:22, 21 Sep 2025