- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
- Harganas 2026 Meledak! Bupati Majalengka Guncang Isu Ayah Absen
- Momentum 8 Dekade BNI, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing
- Tak Sekadar Santunan, Pemkot Tangerang Dorong Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Lebih Produktif
- Serahkan 5.000 Sertifikat Halal, Maryono: Sinergi Wujudkan UMKM Makin Naik Kelas
- Harganas 2026, Kemensos Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Keluarga Indonesia
- Momentum Harganas Ke-33, Sachrudin: Keluarga Berkualitas Fondasi Wujudkan Generasi Emas
- Hendi Budi Yuantoro Menuju Kursi Parlemen DPRD Kabupaten Blitar PAW PDI P perjuangan
- USDEK BIRAWA ADI GUNA GPM Gelar Konsolidasi Nasional, Perkuat Soliditas Kader di Seluruh Indonesia
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
PSI Desak Pemprov Bentuk Kampung Siaga Bencana untuk Tanggulangi Banjir
August Hamonangan: Perlu Keterlibatan Masyarakat

Keterangan Gambar : ( Kedua dari kiri )Wakil Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta mengusulkan anggaran untuk penanggulangan banjir senilai Rp 3,63 triliun dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) DKI 2023.
Wakil Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan mengomentari hal tersebut. Menurutnya, upaya penanggulangan banjir tidak akan berhasil walau seberapa besar pun anggarannya, apabila tidak melibatkan peran serta masyarakat.
"Penanganan banjir saya setuju dengan apa yang disampaikan dalam target prioritas. Tapi, ini tidak akan bisa tercapai walau dengan anggaran sebesar apapun atau sebanyak apapun tanpa melibatkan peran masyarakat," ucapnya dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta.
"Salah satu wujud nyata yang menunjukkan adanya peran serta masyarakat dalam penanggulangan banjir adalah pendirian Kampung Siaga Bencana (KSB)," sambungnya.
August mengapresiasi langkah Kasudin Sosial Jakarta Selatan yg sedang menggiatkan pendirian KSB diberbagai Kecamatan se-Jakarta Selatan.
"Harusnya ide KSB menjadi program nyata Pemprov untuk diimplementasikan di seluruh kecamatan di DKI Jakarta, khususnya mereka yang sering terdampak banjir. KSB tentunya berperan di lini terdepan agar jika terjadi banjir, penanganannya bisa lebih cepat dan terstruktur," jelasnya.

















