- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
Produk Halal, Ramah Lingkungan, dan Berkelanjutan Jadi Primadona Dunia pada 2024

MEGAPOLITANPOS.COM, Bandung- Produk halal, produk ramah lingkungan, dan produk berkelanjutan mulai diminati dan menjadi primadona masyarakat global. Hal tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha Indonesia pada 2024. Perubahan peta rantai pasok global serta berbagai konflik yang terjadi saat ini juga turut mempengaruhi perdagangan Indonesia di pasar nasional dan global.
“Produk halal, produk ramah lingkungan, dan produk berkelanjutan mulai diminati masyarakat
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Perpres Ojol Baru Atur Kemitraan, Tarif hingga Perlindungan Sosial Pengemudi
- Kementerian UMKM Ajak ASN Gemar Belanja Produk Lokal, 11 Jenama Eksportir Ikut Bazar
global. Perdagangan global pun telah mengalami transformasi yang luar biasa dalam beberapa
dekade terakhir. Pergeseran peran negara-negara maju dan pertumbuhan ekonomi negara-negara
berkembang juga telah membuka peluang perdagangan yang lebih besar,“ terang Plh. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Didi Sumedi saat membuka Gambir Trade Talk (GTT) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/11).
Didi mengatakan, Kementerian Perdagangan fokus pada ekspor barang dan jasa bernilai tambah tinggi untuk meningkatkan produktivitas perekonomian dan mendukung peningkatan kinerja ekspor di tahun 2024. Salah satunya melalui kebijakan penguatan daya saing ekspor dalam mendukung ekonomi berkelanjutan.
“Kementerian Perdagangan akan meningkatkan ekspor produk bernilai tambah dan berkelanjutan melalui promosi perdagangan, penguatan informasi ekspor, mendorong kebijakan hirilisasi ekspor, kebijakan perdagangan hijau, serta kebijakan pemberian fasilitas ekspor. Dalam menangkap peluang dan menghadapi tantangan ke depan, tentu memerlukan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk peran dari para akademisi dan pelaku usaha,“ ujar Didi.
Mengacu pada hasil Rapat Kerja Kementerian Perdagangan Tahun 2023, ekspor nonmigas pada 2024 ditargetkan naik 3,3--4,5 persen YoY dan neraca perdagangan surplus USD 22,5 miliar.
Namun demikian, dengan memperhatikan tantangan perekonomian global saat ini dan perkiraan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan 2024, pertumbuhan ekspor dan surplus neraca
perdagangan Indonesia di tahun tersebut diperkirakan dapat tumbuh lebih rendah dibandingkan target yang telah ditetapkan.
Mengacu pada proyeksi dari Tradingeconomics.com, ekspor Indonesia pada triwulan IV-2023 diperkirakan akan meningkat.
Dengan kenaikan pada triwulan IV tersebut, penurunan total ekspor Indonesia pada 2023 diperkirakan akan berkurang menjadi 9,7 persen YoY.
Adapun pada 2024, total ekspor Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 306 miliar (naik 16,12 persen YoY).
Sementara itu, total impor Indonesia pada 2023 diperkirakan akan menurun sebesar 7,7 persen.
Impor Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 234,37 miliar (naik 6,93 persen YoY) pada 2024.
Didi menuturkan, GTT #12 sebagai edisi terakhir di tahun 2023 mengambil tema “Outlook Perdagangan Luar Negeri Indonesia Tahun 2024” karena kondisi ekonomi global masih sangat tidak menentu di tengah berbagai konflik dan tensi geo-politik.
“Alhamdullilah, di tengah berbagai
dinamika global, ekonomi Indonesia tetap tumbuh sebesar 4,94 persen YoY pada triwulan III-2023.
Sektor perdagangan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut, ditopang perdagangan
mobil, sepeda motor dan reparasinya serta perdagangan besar dan eceran,“ jelas Didi.
(Reporter: Achmad Sholeh)

.jpg)
.jpg)
.jpg)





.jpg)





