- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
Pernyataan Sikap GPII Peduli: Stop Genosida di Palestina

Keterangan Gambar : Aksi Masa GPII Peduli Palestina
MEGAPOLITANPOS.COM: Sejak pecahnya perang antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu sampai saat ini dikabarkan jumlah korban jiwa tembus 2.215 warga dan 8.714 warga luka-luka. Dimana korban tewas termasuk 700 anak-anak. Di Tepi Barat yang diduduki, jumlah warga Palestina yang tewas akibat tembakan Israel dalam sepekan terakhir telah mencapai 50 orang. Sementara itu, di sisi Israel, korban tewas mencapai 1.300 orang, dan lebih dari 3.400 orang terluka. Kekejaman perang tidak berhenti nilai kemanusiaan tercabik oleh serangan yang menarget sebuah rumah sakit. Dikabarkan rumah sakit al Ahly al Araby menjadi target, diperkirakan 500 nyawa sipil melayang pada Selasa (17/10/2023) dan baru-baru ini (19/10/2023) serangan Israel kepada Gereja Ortodok menewaskan 2 orang pengungsi wanita.
Jumlah korban hanya akan menjadi angka-angka statistic jika pihak yang perperang tidak mengindahkan Prinsip Pembedaan (Distinction Principle) dalam Hukum Humaniter. Dimana kombatan dan rakyat sipil adalah dua entitas yang harus diperlakukan berbeda. Sekolah, rumah sakit, anak-anak, masyarakat sipil, tempat ibadah dan posko kemanusian tidak boleh menjadi target. Dalam hal ini, kami menilai PBB lamban dalam merespon konflik yang terjadi di Palestina.
Perang antara Israel dan Pejuang Palestina telah memakan korban jiwa dari rakyat sipil dengan jumlah ribuan orang dan terus bertambah jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengambil langkah tegas menghentikan genosida di Palestina.
Tuntutan :
1. Meminta PBB bertindak cepat menghentikan genosida yang dilakukan Pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina.
2. Mendesak PBB mengirimkan Pasukan Pemelihara Perdamaian untuk mengakhiri perang Israel-Palestina.
3. Menyerukan kepada Amerika Serikat untuk tidak terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam konflik yang terjadi di Palestina atas nama hak asasi manusia.
4. Mendesak Rusia dan negara kelompok G7 lainnya untuk tidak turut serta memperuncing konflik di Palestina.
5. Menyeru dunia internasional untuk menahan diri terkait konflik Israel-Palestina agar eskalasi tidak meningkat kearah yang merugikan perdamaian dunia.
6. Percepat distribusi bantuan kemanusian untuk rakyat Palestina.
Jakarta, 20 Oktober 2023
Koordinator Aksi
Achmad Zaenudin

















