- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Menkop Dorong Transformasi Komunitas Ekraf Malang Jadi Koperasi
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Momen Istimewa Hari Juang Polri 2026, Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Berwirausaha dan Ciptakan Lapangan Kerja
Pernyataan Sikap GPII Peduli: Stop Genosida di Palestina

Keterangan Gambar : Aksi Masa GPII Peduli Palestina
MEGAPOLITANPOS.COM: Sejak pecahnya perang antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu sampai saat ini dikabarkan jumlah korban jiwa tembus 2.215 warga dan 8.714 warga luka-luka. Dimana korban tewas termasuk 700 anak-anak. Di Tepi Barat yang diduduki, jumlah warga Palestina yang tewas akibat tembakan Israel dalam sepekan terakhir telah mencapai 50 orang. Sementara itu, di sisi Israel, korban tewas mencapai 1.300 orang, dan lebih dari 3.400 orang terluka. Kekejaman perang tidak berhenti nilai kemanusiaan tercabik oleh serangan yang menarget sebuah rumah sakit. Dikabarkan rumah sakit al Ahly al Araby menjadi target, diperkirakan 500 nyawa sipil melayang pada Selasa (17/10/2023) dan baru-baru ini (19/10/2023) serangan Israel kepada Gereja Ortodok menewaskan 2 orang pengungsi wanita.
Jumlah korban hanya akan menjadi angka-angka statistic jika pihak yang perperang tidak mengindahkan Prinsip Pembedaan (Distinction Principle) dalam Hukum Humaniter. Dimana kombatan dan rakyat sipil adalah dua entitas yang harus diperlakukan berbeda. Sekolah, rumah sakit, anak-anak, masyarakat sipil, tempat ibadah dan posko kemanusian tidak boleh menjadi target. Dalam hal ini, kami menilai PBB lamban dalam merespon konflik yang terjadi di Palestina.
Perang antara Israel dan Pejuang Palestina telah memakan korban jiwa dari rakyat sipil dengan jumlah ribuan orang dan terus bertambah jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengambil langkah tegas menghentikan genosida di Palestina.
Tuntutan :
1. Meminta PBB bertindak cepat menghentikan genosida yang dilakukan Pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina.
2. Mendesak PBB mengirimkan Pasukan Pemelihara Perdamaian untuk mengakhiri perang Israel-Palestina.
3. Menyerukan kepada Amerika Serikat untuk tidak terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam konflik yang terjadi di Palestina atas nama hak asasi manusia.
4. Mendesak Rusia dan negara kelompok G7 lainnya untuk tidak turut serta memperuncing konflik di Palestina.
5. Menyeru dunia internasional untuk menahan diri terkait konflik Israel-Palestina agar eskalasi tidak meningkat kearah yang merugikan perdamaian dunia.
6. Percepat distribusi bantuan kemanusian untuk rakyat Palestina.
Jakarta, 20 Oktober 2023
Koordinator Aksi
Achmad Zaenudin

.jpg)









.jpg)





