- BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis Nasional, Ubed Tunjukkan Kelas di Thailand Open 2026
- LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas Lewat Coaching Clinic
- Harga Telur dan Daging Ayam Stabil di Pasar Palmerah, Pedagang Harap Pasokan Lancar
- Satpol PP Jaktim Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Sejumlah Ruas Jalan Utama
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
Pernyataan Sikap GPII Peduli: Stop Genosida di Palestina

Keterangan Gambar : Aksi Masa GPII Peduli Palestina
MEGAPOLITANPOS.COM: Sejak pecahnya perang antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu sampai saat ini dikabarkan jumlah korban jiwa tembus 2.215 warga dan 8.714 warga luka-luka. Dimana korban tewas termasuk 700 anak-anak. Di Tepi Barat yang diduduki, jumlah warga Palestina yang tewas akibat tembakan Israel dalam sepekan terakhir telah mencapai 50 orang. Sementara itu, di sisi Israel, korban tewas mencapai 1.300 orang, dan lebih dari 3.400 orang terluka. Kekejaman perang tidak berhenti nilai kemanusiaan tercabik oleh serangan yang menarget sebuah rumah sakit. Dikabarkan rumah sakit al Ahly al Araby menjadi target, diperkirakan 500 nyawa sipil melayang pada Selasa (17/10/2023) dan baru-baru ini (19/10/2023) serangan Israel kepada Gereja Ortodok menewaskan 2 orang pengungsi wanita.
Jumlah korban hanya akan menjadi angka-angka statistic jika pihak yang perperang tidak mengindahkan Prinsip Pembedaan (Distinction Principle) dalam Hukum Humaniter. Dimana kombatan dan rakyat sipil adalah dua entitas yang harus diperlakukan berbeda. Sekolah, rumah sakit, anak-anak, masyarakat sipil, tempat ibadah dan posko kemanusian tidak boleh menjadi target. Dalam hal ini, kami menilai PBB lamban dalam merespon konflik yang terjadi di Palestina.
Perang antara Israel dan Pejuang Palestina telah memakan korban jiwa dari rakyat sipil dengan jumlah ribuan orang dan terus bertambah jika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak mengambil langkah tegas menghentikan genosida di Palestina.
Tuntutan :
1. Meminta PBB bertindak cepat menghentikan genosida yang dilakukan Pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina.
2. Mendesak PBB mengirimkan Pasukan Pemelihara Perdamaian untuk mengakhiri perang Israel-Palestina.
3. Menyerukan kepada Amerika Serikat untuk tidak terlibat secara langsung atau tidak langsung dalam konflik yang terjadi di Palestina atas nama hak asasi manusia.
4. Mendesak Rusia dan negara kelompok G7 lainnya untuk tidak turut serta memperuncing konflik di Palestina.
5. Menyeru dunia internasional untuk menahan diri terkait konflik Israel-Palestina agar eskalasi tidak meningkat kearah yang merugikan perdamaian dunia.
6. Percepat distribusi bantuan kemanusian untuk rakyat Palestina.
Jakarta, 20 Oktober 2023
Koordinator Aksi
Achmad Zaenudin

















