- Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi.
- Hadiri Bayan Run 2026, Marsdya TNI Muzafar Gaungkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Kaltim.
- Baznas Majalengka Siapkan 10 Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat
- Pempek King Al-Bar99 Sensasi Khas Palembang Hadir di Pasar Kemis.
- Yonif TP 338 Majalengka Bergerak, dari Pangan hingga Kesehatan
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
Penurunan Anggaran KemenkopUKM 2025 Picu Kekhawatiran di Komisi VI DPR

Keterangan Gambar : Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki pada Rabu (4/9)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Sejumlah anggota Komisi VI DPR RI menyuarakan keprihatinan mendalam atas penurunan pagu anggaran Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) untuk tahun 2025. Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp937,166 miliar, turun 37,44 persen dari tahun sebelumnya, memicu pertanyaan tentang komitmen bersama dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan khususnya koperasi dan UMKM.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki pada Rabu (4/9), anggota Komisi VI dari berbagai fraksi menyampaikan pendapat dan kekhawatiran mereka.
Subardi, dari Fraksi Partai Nasdem, menyebut penurunan anggaran ini sebagai "anomali" dan mendesak agar usulan penambahan anggaran menjadi prioritas utama. "Ini seharusnya menjadi prioritas agar program-program pemberdayaan koperasi dan UMKM bisa berjalan semestinya. Kalau tidak, yang rugi adalah rakyat," katanya.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- KemenUMKM Tegaskan SMESCO sebagai Rumah UMKM dengan Beragam Layanan Terpadu
- Kemenkop–Apdesi Merah Putih Sepakat Bangun 80 Ribu Kopdes, Target Rampung Maret 2026
Subardi bahkan mengusulkan agar KemenkopUKM mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp650 miliar, seperti yang pernah diajukan sebelumnya, atau setidaknya agar anggaran tahun 2025 sama dengan tahun sebelumnya.
Herman Khaeron dari Fraksi Partai Demokrat juga mempertanyakan penurunan anggaran ini. "Ketika ada 65 juta pelaku UMKM bergantung kepada KemenkopUKM, anggarannya kok malah turun," katanya. Ia menekankan perlunya "affirmative budget" untuk kepentingan masyarakat, mengingat mayoritas sangat bergantung pada UMKM.
Herman yakin bahwa dengan anggaran yang terbatas, pengembangan koperasi dan UMKM tidak akan optimal. Ia mendesak agar hal ini dibicarakan kembali dan ada keputusan politik yang berpihak kepada rakyat, khususnya pelaku UMKM.
Anggota Komisi VI lainnya, Muslim dari Fraksi Partai Demokrat, juga mempertanyakan penurunan anggaran ini dan meragukan efektivitas program KemenkopUKM dengan anggaran yang terbatas.
Sonny T Danaparamita dari Fraksi PDI Perjuangan dan Gde Sumarjaya Linggih dari Fraksi Partai Golkar turut mendukung usulan penambahan anggaran. Gde Sumarjaya bahkan menyatakan keprihatinannya, mengingat KemenkopUKM memiliki peran penting dalam pembinaan UMKM di berbagai kementerian dan lembaga.
RDP ini menyoroti kekhawatiran serius di kalangan anggota Komisi VI DPR RI tentang dampak penurunan anggaran KemenkopUKM terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan. Mereka mendesak pemerintah untuk mengusulkan penambahan anggaran minimal sama dengan tahun sebelumnya demi kepentingan jutaan pelaku UMKM di Indonesia.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)
.jpg)





.jpg)






